IHSG Hari Ini Diprediksi Terkoreksi Di Kisaran 6.702 - 6.899

AKURAT.CO Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diprediksi bergerak di kisaran 6.702 - 6.899 pada perdagangan Senin, 30 Oktober 2023.
CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan mengawali pekan terakhir bulan kesepuluh tahun 2023, menjelang awal bulan dimana akan terdapat rilis data mengenai tingkat inflasi yang disinyalir masih akan berada dalam kondisi stabil, investor bisa melakukan akumulasi pembelian jika terdapat peluang terjadinya koreksi wajar dalam pergerakan IHSG.
"Mengingat kondisi perekonomian dalam negeri yang masih berada dalam kondisi stabil, hari ini IHSG berpeluang terkoreksi," kata William dikutip Senin (30/10/2023).
Adapun beberapa emiten yang sahamnya layak dikoleksi hari ini menurut William adalah ASII, BBCA, KLBF, UNVR, ICBP, PWON, ASRI, TBIG dan HMSP.
Baca Juga: IHSG Susut 1,57 Persen Dan Rupiah Melemah Usai Prabowo Subianto Umumkan Gibran Rakabuming Cawapres
Tambahan informasi, pekan lalu IHSG dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Dari eksternal diantaranya pernyataan The Fed yang memberi sinyal hawkish. Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menyatakan dengan kekuatan perekonomian dan pasar tenaga kerja yang terus ketat, maka dapat membenarkan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Pernyataan ini membawa yield US treasury mencapai level 4,98%.
Lalu belum berakhirnya ketegangan antara Israel-Hamas, PMI Composite AS naik ke level 51, penjualan rumah baru di AS juga meningkat sebesar 12,3%, dan ekonomi AS tumbuh 4,9%.
Adapun ekonomi AS pada kuartal ke III-2023 tumbuh 4,9% QoQ, tumbuh lebih tinggi dibandingkan consensus yang meproyeksikan tumbuh 4,3%. Pertumbuhan ini didorong oleh konsumsi tempat tinggal dan utilitas, kesehatan, dan keuangan. Selain itu, kinerja ekspor AS pun tumbuh 6,2%, rebound dari penurunan sebesar 9,2% pada kuartal II-2023.
Dari domestik, sentimen datang daru kinerja APBN hingga September 2023 yang mencatat surplus Rp 67,7 triliun atau setara dengan 0,32% terhadap PDB. Lalu di bulan September 2023, M2 (uang beredar) Indonesia tumbuh 6% year on year (YoY), hal ini dipengaruhi oleh penyaluran kredit yang tumbuh 8.7% YoY
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










