UOB Indonesia: Permberdayaan Perempuan Dongkrak Perekonomian RI

AKURAT.CO Memberdayakan perempuan sesuai potensinya, dapat membawa ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. Hal ini dilakukan oleh UOB Indonesia melalui diskusi literasi “Building Inclusive Economies” di Jakarta pada Selasa (15/8/2023).
UOB Indonesia menilai, sebagian besar perempuan memiliki pengetahuan dan kapasitas untuk berpikir tentang mengamankan dana untuk keluarga mereka dan menginvestasikannya dalam instrumen produktif.
Harapannya, UOB Indonesia dapat mendukung pemerintah, regulator, nasabah dan masyarakat untuk mendukung pemberdayaan perempuan untuk menjadi pilar masyarakat yang kuat khususnya pada literasi keuangan.
Plt. Kepala Grup Komunikasi Publik Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sekar Putih Djarot mengatakan, perempuan memiliki kecenderungan menabung untuk keperluan yang mancakup kebutuhan dasar, dana darurat, sampai biaya pendidikan anak. Untuk itu, perempuan perlu memikirkan produk investasi yang tepat untuk mendukung rencana finansial yang dirancang.
"Perempuan yang baru mulai berinvestasi biasanya akan memilih instrumen reksadana. Adapun reksadana yang dipilih beragam mulai dari pendapatan tetap, campuran, sampai saham," kata Sekar dikutip Rabu (16/8/2023).
Pada kesempatan yang sama, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani mengucapkan bahwa sebelum berinvestasi perempuan harus tahu profil risiko yang dapat dihadapi. Selain itu, perempuan juga harus mempersiapkan dana darurat sebelum memulai investasi.
“Ketika mulai berinvestasi, baiknya menyisihkan uang di awal dan bukan sisa dari uang kebutuhan. Dalam memulai investasi perempuan juga harus memiliki tujuan dan perhitungan yang jelas, misalnya dalam lima tahun ke depan, kebutuhan apa saja yang akan muncul," ucap Aviliani.
Sebagai tambahan, beberapa contoh investasi yang diminati perempuan adalah obligasi ritel, sukuk tabungan, sukuk ritel, dan Saving Bond Ritel (SBR).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





