Akurat Logo

Maruarar Sirait Resmikan Rusun Santri Yayasan Nur Ilmi Prawira

Esha Tri Wahyuni | 7 Oktober 2026, 10:50 WIB
Maruarar Sirait Resmikan Rusun Santri Yayasan Nur Ilmi Prawira
Menteri PKP, Maruarar Sirait saat meresmikan Rusun Santri di Subang - Dok. Kementerian PKP

AKURAT.CO Rumah susun (rusun) untuk santri Yayasan Nur Ilmi Prawira di Kabupaten Subang, Jawa Barat, resmi digunakan. Bangunan dua lantai tersebut memiliki kapasitas hunian hingga 82 santri dan berada di lokasi yang dekat dengan sekolah.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, meresmikan rusun tersebut pada Senin (5/10/2026). Kehadiran hunian ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal santriwan dan santriwati selama menjalani pendidikan.

Dalam keterangan pers dijelaskan bahwa rusun dibangun di atas lahan sekitar 1.508 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 576,8 meter persegi. Kapasitas hunian di lantai dasar mencapai 36 orang, sedangkan lantai dua dapat menampung 44 orang.

Baca Juga: BPKP Kawal Tata Kelola Percepatan Program Rumah Subsidi

Pembangunan rusun dilakukan pada 2024-2025 dan kini telah dimanfaatkan oleh para santri Yayasan Nur Ilmi Prawira.

Selain menyediakan ruang hunian, bangunan tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari ruang pengelola, kamar mandi komunal, ruang wudhu, area cuci dan jemur, hingga balkon.

Lokasi rusun yang berada dekat dengan sekolah juga menjadi salah satu fasilitas penting bagi penghuni. Para santri dapat lebih mudah menjalani aktivitas pendidikan tanpa harus menempuh jarak yang jauh dari tempat tinggal.

Dalam kunjungannya, Maruarar turut berdialog langsung dengan para penghuni untuk mengetahui kondisi rusun setelah digunakan. Sejumlah santri menyampaikan kondisi fasilitas masih baik, termasuk ketersediaan air dan kondisi bangunan.

Para penghuni menyebut tidak terdapat keretakan maupun kebocoran pada bangunan. Kondisi air juga dinilai baik dan tidak panas.

Maruarar meminta para penghuni segera menyampaikan apabila menemukan kerusakan atau kendala pada fasilitas rusun. Menurutnya, kondisi bangunan perlu terus dipantau agar hunian tetap nyaman digunakan.

Baca Juga: Menteri PKP Sorot Kelambanan Realisasi Program Bedah Rumah di Empat Provinsi

“Kalau ada yang kendala seperti bocor, tolong kasih tahu, nanti diperbaiki,” ujar Maruarar, dikutip dari siaran persnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.