PTPP Kebut Proyek NPEA Seksi II

AKURAT.CO PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), mengakselerasi proyek Pembangunan Akses Pelabuhan Tanjung Priok Timur Baru / New Priok Eastern Access (NPEA) Seksi II.
Infrastruktur ini akan menjadi jalur khusus (dedicated access) yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kalibaru dengan jaringan logistik nasional yang lebih efisien.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan bahwa NPEA Seksi II memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran arus logistik di Pelabuhan Tanjung Priok.
"Infrastruktur ini hadir sebagai solusi atas kepadatan lalu lintas truk di kawasan Priok sekaligus memperkuat layanan operasional Pelabuhan Kalibaru. PTPP berkomitmen menghadirkan konstruksi yang aman, modern, dan berorientasi jangka panjang," ujar Joko.
Proyek sepanjang 3,8 km ini menggunakan berbagai metode konstruksi unggulan, termasuk: pemancangan laut menggunakan Piling Crane, Barge, dan LCT; pemasangan Concrete Box Balance Cantilever dengan sistem traveller; lifting jembatan baja bentang 70 meter × 2 di area laut menggunakan Strand Jack serta Instalasi Concrete I Girder dengan crane dan launcher.
Baca Juga: PTPP Kebut Proyek Pelabuhan Patimban, Bakal Infrastruktur Maritim Berkelas Dunia
Keberagaman struktur menjadi salah satu kekuatan proyek ini, karena hampir seluruh tipe jembatan modern diterapkan, mulai dari SOP, Concrete I Girder, Concrete Box Girder, Steel I Girder, hingga Steel Box Girder. Hal ini menjadikan NPEA Seksi II sebagai salah satu jaringan infrastruktur dengan kompleksitas teknik tertinggi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Project Manager NPEA Seksi II, Ikhsan Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa tingkat kompleksitas proyek bukan hanya berasal dari aspek teknis, tetapi juga dari kondisi lapangan.
“Desain harus memenuhi rekomendasi Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan, kondisi tanah sangat beragam, dan lokasi kerja berada di area aktif nelayan serta kawasan berikat. Semua itu menuntut perencanaan dan eksekusi yang sangat cermat,” jelasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PTPP menerapkan pendekatan rekayasa yang komprehensif, mulai dari keterlibatan tenaga ahli dan tim desain on site, evaluasi ketat terhadap subkontraktor, hingga serangkaian sosialisasi dan koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan, termasuk perwakilan komunitas nelayan. Penyelidikan tanah dilakukan secara menyeluruh untuk mengantisipasi risiko geoteknik.
Adapun manajemen suplai material (beton, baja, CSP, girder dan komponen pabrikan lainnya) dijalankan dengan pengawasan ketat untuk memastikan kelancaran logistik di lapangan.
Dengan skema design & build selama 20 bulan, proyek dijalankan melalui sistem perencanaan yang terintegrasi dan pengawasan berkala untuk memastikan keselamatan, ketepatan waktu, serta kualitas konstruksi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








