152.253 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek pada H-7 Nataru 2025

AKURAT.CO PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mencatat sebanyak 152.253 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-7 Hari Raya Natal 2024, yang jatuh pada Rabu (18/12/2024).
Angka tersebut merupakan akumulasi lalu lintas (lalin) di empat Gerbang Tol (GT) utama, yaitu GT Cikupa (menuju Merak), GT Ciawi (menuju Puncak), GT Cikampek Utama (menuju Trans Jawa), dan GT Kalihurip Utama (menuju Bandung).
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Lisye Octaviana, menyebut total volume lalu lintas tersebut meningkat 13,9% dibandingkan dengan lalin normal pada periode yang sama, yaitu 133.725 kendaraan.
Namun, jika dibandingkan dengan periode Natal 2023, volume lalu lintas ini mengalami penurunan sebesar 2,5% dari total 156.080 kendaraan.
Mayoritas kendaraan yang meninggalkan Jabotabek mengarah ke Timur (Trans Jawa dan Bandung), yaitu sebanyak 63.202 kendaraan atau 41,5% dari total. Sementara itu, 53.256 kendaraan (35%) menuju arah Barat (Merak), dan 35.795 kendaraan (23,5%) menuju arah Selatan (Puncak).
Baca Juga: Garuda Indonesia Siapkan 8.199 Penerbangan Untuk Musim Libur Nataru 2025
Lalu lintas kendaraan menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama, Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tercatat sebanyak 31.270 kendaraan. Jumlah ini meningkat 19,4% dibandingkan lalin normal.
Sementara itu, kendaraan yang menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama, Jalan Tol Cipularang, tercatat sebanyak 31.932 kendaraan, meningkat 18,9% dari lalin normal.
Secara total, lalu lintas menuju arah Timur melalui kedua gerbang tol tersebut mencapai 63.202 kendaraan, meningkat 19,1% dibandingkan dengan kondisi normal.
Kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Barat melalui GT Cikupa, Jalan Tol Tangerang-Merak, tercatat sebanyak 53.256 kendaraan. Jumlah ini mengalami kenaikan 10,5% dibandingkan lalu lintas normal pada periode yang sama.
Di sisi lain, kendaraan menuju arah Selatan, khususnya ke Puncak, melalui GT Ciawi, Jalan Tol Jagorawi, mencapai 35.795 kendaraan. Angka ini meningkat sebesar 10,2% dibandingkan lalin normal.
Lisye mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan pada waktu puncak yang diprediksi terjadi pada beberapa hari tertentu.
“Hindari perjalanan pada puncak arus mudik, yaitu Sabtu, 21 Desember 2024, untuk periode Natal dan Sabtu, 28 Desember 2024, untuk periode Tahun Baru,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/12/2024).
Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Minggu, 29 Desember 2024, untuk periode Natal, dan Rabu, 1 Januari 2025, untuk periode Tahun Baru. Pengguna jalan diimbau untuk merencanakan perjalanan guna menghindari penumpukan kendaraan.
Untuk memastikan kelancaran lalu lintas, Jasa Marga telah menyiapkan sejumlah strategi, termasuk pengoperasian gardu tambahan di gerbang tol, penyediaan petugas tambahan di lapangan, serta pemantauan intensif melalui CCTV di sejumlah titik rawan macet.
Selain itu, Jasa Marga juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Kementerian Perhubungan untuk menerapkan rekayasa lalu lintas jika diperlukan, seperti contraflow atau one way.
Libur panjang Natal dan Tahun Baru biasanya diiringi dengan peningkatan signifikan volume lalu lintas. Oleh karena itu, Jasa Marga memprediksi tren yang sama akan terjadi hingga puncak arus mudik.
Lisye menegaskan, Jasa Marga akan terus memberikan pelayanan optimal kepada pengguna jalan. “Kami berkomitmen memastikan perjalanan masyarakat nyaman dan aman selama periode liburan ini,” tambahnya.
Pengendalian arus lalu lintas di jalan tol menjadi prioritas utama Jasa Marga. Berbagai inovasi, seperti layanan digital untuk memantau kondisi jalan tol, diharapkan dapat membantu pengguna jalan dalam merencanakan perjalanan.
Dengan persiapan matang, Jasa Marga optimis dapat mengelola arus mudik dan balik Natal serta Tahun Baru secara efektif. Lisye juga mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas demi kenyamanan bersama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 2Persija Banding Sanksi Komdis PSSI, 2 Larangan Laga Kandang Jadi Sorotan
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4FIFA ASEAN Cup: PSSI Rilis 23 Pemain Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Beckham Putra Absen
- 5Prediksi Skor Brentford vs Chelsea 19 September 2026: Duel Ketat, Apakah Akan Berakhir Imbang?
- 6Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 7Prediksi Skor Juventus vs NEC Nijmegen 18 September 2026: Siapa yang Akan Menang?
- 8Prediksi Skor Roma vs Inter 19 September 2026: Duel Dua Tim Sempurna di Olimpico
- 9Geledah Rumah Lampri, KPK Sita Bukti Dugaan Aliran Uang
- 10Presiden Prabowo: Saya Tidak Ingin Ada Orang Lapar di Indonesia








