Mengenal Green Airport, Konsep Yang Diterapkan Bandara Banyuwangi

AKURAT.CO Bandara Internasional Banyuwangi mengusung Green Airport dalam pengonsepannya. Hal itu menjadikan bandara tersebut sebagai green airport pertama di Indonesia. Diketahui, pencanangan itu sesuai dengan berbagai fasilitas dan pengembangan bandara selama ini.
Lebih jelas, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (13/1/2023), berikut penjelasan mengenai Green Airport.
Apa Itu Green Airport?
Secara umum, Green Airport adalah bandara yang dalam operasionalnya dapat menggurangi dampak negatif untuk lingkungan serta selalu berupaya melakukan kegiatan (mitigasi) untuk dapat mengurangi dampak buruk terhadap perubahan iklim.
Masalah lingkungan hidup di penerbangan secara umum diatur oleh Organisasi Penerbangan Internasional (ICAO) pada Annex 16: Environmental Protection, dan beberapa dokumen lainnya.
Di Indonesia, aturan tersebut di adopsi ke dalam Undang-Undang No.1 Tahun 2009 tentang Penerbangan terutama di Pasal 234 yang menyebutkan bahwa pelayanan jasa kebandarudaraan dan unit penyelenggarahan bandar udara wajib memelihara kelestarian lingkungan.
Aturan ini juga ditindaklanjuti dengan peraturan pemerintah, keputusan menteri, dan lainnya.
Sebenarnya, green airport di Indonesia juga dikenal sebagai eco airport atau bandara yang ramah lingkungan.
Menurut Surat Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SKEP//124/VI/2009 tentang Pedoman Pelaksanaan Bandar Udara Ramah Lingkungan, Eco Airport adalah inisiatif gerakan untuk mengadopsi pendekatan pengelolaan bandar udara yang bervisi lingkungan hidup, dimana untuk kepentingan tersebut telah dilakukan pengukuran terhadap beberapa komponen yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan sekitarnya.
Lebih jelas, komponen yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan sekitarnya antara lain: kualitas udara, energi, kebisingan atau getaran, air, pencemaran tanah, limbah, lingkungan alamiah, flora, dan fauna.
Seperti penjelasannya, eco airport memiliki tujuan melaksanaan pengelolaan bandar udara terpadu, serasi dan selaras dengan lingkungan sekitarnya.
Di sisi lain, selama 7 tahun terakhir, organisasi kebandarudaraan internasional Airport Council Internasional (ACI) bahkan selalu melakukan kampanye dan memberi penghargaan green airport pada bandara di dunia.
Hingga pada tahun 2023 ini, kampanye yang dilakukan adalah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di bandara.
Sebenarnya, konsep green airport yang mengurangi pengunaan energi dengan menggunakan energi baru dan terbarukan tidak hanya mengurangi pencemaran. Namun, bisa mengurangi biaya operasional bandara.
Apabila di bandara hemat listrik dan air, tentu biaya operasional akan lebih kecil. Terdapat kemungkinan biaya layanan bandara untuk penumpang juga ikut ditekan. Hal itu tentu saja sebuah kabar baik bagi penumpang.
Penerapan Green Airport di Bandara Banyuwangi
Di Indonesia, green airport mulai diterapkan oleh Bandara Banyuwangi yang dikelola PT Angkasa Putra II.
Bandara Banyuwangi berlokasi di Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi dan berdiri di atas tanah seluas 125,5 hektare. Bandara ini juga memiliki panjang runway mencapai 2.450 meter dengan lebar 45 meter yang dapat melayani pesawat tipe Boeing 37 maupun Airbus A320.
Pengembangan Bandara Banyuwangi sebagai green airport diwujudkan sejalan dengan diraihnya penghargaan Aga Khan Wards 2022 lalu.
Diketahui, Aga Khan Development Network menyatakan bahwa Bandara Banyuwangi sangat modern dan efesien dalam segala aspek, hingga dapat menjadi game-charger dalam arsitektur bandara.
Lebih lanjut, tidak seperti bandara pada umumnya yang menggunakan pendingin udara (AC), Bandara Banyuwangi mengandalkan sirkulasi udara alami sehingga penumpang dapat merasa teduh dan nyaman ketika berada di dalam terminal. Atap terminal pun ditanami rumput hijau yang secara rutin dirawat.
Terakhir, Bandara Banyuwangi juga sudah menggunakan PLTS di gedung Airport Rescue & Fire Lighting. PLTS sendiri merupakan bentuk pemanfaatan Energi Baru Terbarukan/EBT di lingkungan bandara untuk mengurangi emisi karbon. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK


