Akurat Logo

CEO Nvidia Jensen Huang Diduga Jadi Target Intelijen China

Winna Wandayani | 1 November 2026, 22:47 WIB
CEO Nvidia Jensen Huang Diduga Jadi Target Intelijen China
CEO Nvidia Jensen Huang (Blogs.nvidia.com)

AKURAT.CO CEO Nvidia, Jensen Huang, dilaporkan menjadi target pendekatan seorang perempuan yang diduga bekerja untuk intelijen China. Perempuan bernama Alice Huang atau Huang Le tersebut merupakan eksekutif perusahaan pusat data asal Singapura, Megaspeed.

Alice Huang sebelumnya dicurigai terlibat dalam penyelundupan chip Nvidia ke China. Hasil pemantauan badan intelijen Amerika Serikat (AS) kemudian mengarah pada dugaan bahwa dirinya mengirimkan informasi bisnis kepada Beijing.

Menanggapi laporan tersebut, Nvidia menyatakan interaksi Jensen Huang dengan Alice Huang merupakan hal yang wajar. Perusahaan menegaskan pertemuan dengan pelanggan menjadi bagian dari tugas seorang CEO.

"Pertemuan dengan pelanggan merupakan bagian dari pekerjaan seorang CEO; Jensen berbicara dengan ribuan eksekutif pelanggan setiap tahunnya," kata juru bicara Nvidia, dikutip dari The New York Times, Sabtu (31/10/2026).

Dalam penyelidikan tersebut, pejabat AS menemukan bahwa Alice Huang memiliki hubungan dekat dengan Jensen Huang. Kedekatan ini menjadi perhatian pemerintah AS karena Nvidia memiliki posisi penting dalam industri kecerdasan buatan (AI).

Kekhawatiran Gedung Putih juga berkaitan dengan hubungan Jensen Huang dan Presiden Donald Trump. Pemerintahan Trump tengah berupaya mempertahankan posisi AS dalam persaingan teknologi AI global.

Sementara itu, Megaspeed dan Alice Huang dicurigai membantu menghindari pembatasan ekspor chip AI canggih ke China. Kebijakan tersebut diberlakukan pemerintah AS dengan alasan keamanan nasional.

Nvidia juga menegaskan bahwa perusahaan seperti Megaspeed hanya menerima informasi bisnis yang bersifat umum. Informasi tersebut bukan rahasia dagang sensitif maupun data yang berkaitan dengan keamanan nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.