Akurat Logo

Investasi Saham Mastercard: Peluang dan Risiko yang Perlu Dipahami

Yusuf Tirtayasa | 26 September 2026, 13:58 WIB
Investasi Saham Mastercard: Peluang dan Risiko yang Perlu Dipahami
Pembayaran gaji PPPK tahun 2027 ditanggung pemerintah pusat. - Foto: Ilustrasi/OpenAI

AKURAT.CO Pertumbuhan pembayaran digital, transaksi lintas negara, serta layanan berbasis teknologi menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi perkembangan bisnis perusahaan.

Mastercard adalah salah satu perusahaan teknologi pembayaran terbesar di dunia yang mengoperasikan jaringan untuk memproses transaksi antara konsumen, merchant, bank, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya.

Bagi investor Indonesia, eksposur terhadap Mastercard juga tersedia melalui aset digital MAON di Pintu. MAON merupakan tokenized stock yang merepresentasikan saham Mastercard di blockchain. Pintu menjelaskan bahwa saham dasar MAON dibeli melalui broker-dealer sekuritas yang terdaftar di Amerika Serikat dan disimpan dalam kustodi broker-dealer berlisensi.

Sementara itu, saham Mastercard sendiri diperdagangkan di New York Stock Exchange dengan ticker MA. Investor perlu memahami perbedaan antara saham MA dan MAON karena keduanya memiliki struktur serta karakteristik yang berbeda.

Peluang Investasi Saham Mastercard

Mastercard memperoleh pendapatan terutama melalui jaringan pembayaran serta layanan dan solusi bernilai tambah. Pada 2025, Mastercard mencatat pendapatan bersih US$32,80 miliar, naik 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya atau 15 persen berdasarkan mata uang konstan.

Pertumbuhan pembayaran digital menjadi salah satu peluang bagi Mastercard. Pada 2025, gross dollar volume Mastercard mencapai sekitar US$10,6 triliun, sementara switched transactions tumbuh 10 persen dan purchase volume meningkat 9 persen berdasarkan mata uang lokal.

Mastercard juga memiliki peluang dari transaksi lintas negara. Pada 2025, cross-border volume tumbuh 14 persen berdasarkan mata uang lokal. Aktivitas perjalanan internasional, perdagangan, dan transaksi digital antarnegara menjadi bagian dari aktivitas yang mendukung bisnis tersebut.

Selain jaringan pembayaran, Mastercard mengembangkan layanan bernilai tambah seperti keamanan siber, analitik, konsultasi, fraud prevention, loyalty, dan berbagai solusi teknologi. Pada 2025, pendapatan bersih dari value-added services and solutions meningkat 23 persen atau 21 persen berdasarkan mata uang konstan.

Pemanfaatan data dan kecerdasan buatan juga menjadi bagian dari pengembangan layanan Mastercard. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk membantu mendeteksi transaksi mencurigakan, meningkatkan keamanan, serta mengembangkan layanan analitik.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.