Meta Hidupkan Lagi Afiliasi di Instagram dan Facebook, Peluang Baru Kreator & UMKM Indonesia

AKURAT.CO Meta Platforms kembali mengaktifkan program afiliasi di Instagram dan Facebook, membuka peluang monetisasi bagi kreator dan UMKM di Indonesia. Hal ini diperkuat integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk mendorong transaksi langsung di dalam platform.
Pengumuman ini disampaikan dalam ajang Shoptalk, konferensi e-commerce global yang kerap menjadi acuan tren industri. Bagi pasar seperti Indonesia yang memiliki basis kreator besar, fitur ini berpotensi mempercepat pertumbuhan social commerce.
Program afiliasi membuat kreator dapat memperoleh komisi dari produk yang mereka tampilkan dalam konten. Model ini relevan dengan kebiasaan belanja pengguna Indonesia yang banyak dipengaruhi rekomendasi influencer.
Di Instagram, kreator kini bisa menyematkan produk langsung ke dalam Reels. Format video pendek yang populer di Indonesia dinilai akan mempercepat konversi dari konten ke pembelian.
Selain itu, kreator juga dapat menambahkan tautan afiliasi eksternal. Namun, produk tetap harus tersedia dalam katalog Meta agar bisa diproses dalam sistem.
Setiap konten dibatasi maksimal 30 produk yang bisa ditandai. Tautan yang digunakan juga hanya boleh mengarah ke satu produk spesifik.
Dikutip dari Business Insider, Selasa (7/4/2026), fitur ini hanya bisa diakses oleh kreator yang memenuhi syarat. Kreator harus berusia minimal 18 tahun dan memiliki setidaknya 1.000 pengikut.
Di Facebook, pendekatannya lebih fleksibel dengan dukungan tautan belanja di Reels maupun postingan foto. Hal ini membuka peluang monetisasi bagi kreator yang masih aktif di platform tersebut.
Untuk pasar Asia, Meta menggandeng Shopee sebagai mitra utama dalam program afiliasi. Kolaborasi ini membuat integrasi belanja menjadi lebih relevan bagi pengguna di Indonesia.
Kemitraan ini penting karena Shopee merupakan salah satu platform e-commerce terbesar di Tanah Air. Integrasi langsung dengan Facebook berpotensi mempersingkat jalur dari konten ke transaksi.
Selain afiliasi, Meta juga mengandalkan AI untuk memperkaya informasi produk. Saat pengguna mengklik iklan, sistem akan menampilkan detail tambahan seperti ulasan dan spesifikasi.
Pendekatan ini dinilai penting di Indonesia, di mana konsumen cenderung membandingkan produk sebelum membeli. Informasi yang lebih lengkap bisa meningkatkan kepercayaan dan keputusan pembelian.
AI juga membantu brand menentukan format konten paling efektif. Sistem dapat merekomendasikan apakah produk lebih cocok ditampilkan melalui Reels, Stories, atau carousel.
Meta juga menyederhanakan proses checkout di Facebook melalui tombol 'beli sekarang'. Fitur ini membuat pengguna dapat menyelesaikan transaksi langsung dari iklan dengan dukungan layanan pembayaran global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T








