Rusia Blokir Total WhatsApp, Warga Diminta Beralih ke Aplikasi MAX

AKURAT.CO Pemerintah Rusia resmi memblokir penuh layanan WhatsApp setelah menilai perusahaan induknya, Meta Platforms, tidak mematuhi regulasi nasional. Keputusan tersebut diumumkan Kremlin pada Kamis (12/2/2026) dan langsung berlaku di seluruh wilayah Rusia.
"Karena keengganan Meta untuk mematuhi hukum Rusia, keputusan seperti itu memang diambil dan diimplementasikan," ujar Dmitry Peskov selaku Juru bicara Kremlin, dikutip dari Reuters, Sabtu (14/2/2026).
Aplikasi yang direkomendasikan adalah MAX, platform pesan yang didukung negara dan diklaim tengah dikembangkan secara berkelanjutan. Menurut pemerintah, layanan tersebut diposisikan sebagai 'utusan nasional' yang siap menggantikan WhatsApp.
Sejumlah pengamat dan kelompok masyarakat sipil mengkritik MAX karena dinilai berpotensi menjadi alat pengawasan. Namun, otoritas Rusia membantah tudingan tersebut dan menyebut aplikasi itu dirancang untuk mempermudah akses layanan publik.
Pemblokiran ini menjadi puncak tekanan terhadap perusahaan teknologi asal Amerika Serikat dalam enam bulan terakhir. Kebijakan tersebut juga mencerminkan upaya Rusia memperkuat infrastruktur komunikasi yang lebih mandiri di tengah situasi perang.
Sebelumnya, Meta telah ditetapkan sebagai organisasi ekstremis di Rusia. Pihak WhatsApp menyatakan pembatasan itu berpotensi mengisolasi lebih dari 100 juta pengguna dari layanan komunikasi pribadi yang aman.
Secara teknis, sejumlah domain yang terhubung dengan WhatsApp dihapus dari daftar nasional Rusia. Akibatnya, aplikasi tersebut kini hanya dapat diakses menggunakan jaringan pribadi virtual atau VPN.
Regulator komunikasi Rusia, Roskomnadzor, belum memberikan penjelasan rinci terkait pemblokiran total tersebut. Lembaga itu sebelumnya telah membatasi berbagai layanan asing dengan alasan pelanggaran hukum.
Di Moskow, reaksi masyarakat terlihat beragam terhadap kebijakan ini. Sejumlah aktivis sempat melakukan aksi protes, sementara sebagian warga menilai langkah tersebut membatasi kebebasan memilih layanan komunikasi.
Meski demikian, ada juga warga yang menganggap perpindahan ke aplikasi lain bukan masalah besar. Sejak Agustus lalu, pemerintah memang telah membatasi fitur WhatsApp, termasuk layanan panggilan suara, dengan alasan kepatuhan hukum dan isu keamanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi Bahasa Inggris TKA SMA 2026 Lengkap dengan Contoh Soal
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa





