Bukan Kecanduan, Bos Instagram Sebut Pakai Aplikasi 16 Jam Sehari adalah "Bermasalah"

AKURAT.CO Kepala Instagram, Adam Mosseri, membantah tudingan bahwa platformnya menjadi penyebab langsung gangguan kesehatan mental remaja.
Dalam persidangan di California, ia menegaskan bahwa penggunaan media sosial yang sangat tinggi belum tentu bisa dikategorikan sebagai kecanduan klinis.
Mosseri menjadi eksekutif teknologi pertama yang bersaksi dalam sidang di Los Angeles tersebut. Persidangan yang diperkirakan berlangsung enam minggu ini menjadi ujian penting untuk menilai tanggung jawab perusahaan teknologi atas dampaknya terhadap anak muda.
Kasus ini menyeret Meta Platforms, induk perusahaan Instagram, yang juga membawahi Facebook dan WhatsApp. Pihak Meta berargumen bahwa masalah yang dialami penggugat utama, yang disebut dengan inisial K.G.M, tidak semata-mata disebabkan oleh Instagram.
Selain Instagram, YouTube turut disebut dalam gugatan tersebut. Sementara Snapchat dan TikTok memilih menyelesaikan perkara di luar persidangan sebelum sidang dimulai.
Di hadapan juri, Mosseri menyatakan sulit menentukan batas pasti kapan penggunaan Instagram dianggap berlebihan. Menurutnya, persepsi soal 'terlalu lama' sangat personal karena setiap individu memiliki respons yang berbeda terhadap durasi penggunaan aplikasi.
Baca Juga: Dituding Bisa Akses Pesan WhatsApp, Ini Bantahan Meta
Ia membedakan antara kecanduan klinis dan penggunaan yang bermasalah. Sebagai ilustrasi, Mosseri menyebut kebiasaan menonton serial secara maraton bukan berarti setara dengan diagnosis kecanduan secara medis.
"Saya yakin saya telah mengatakan bahwa saya telah kecanduan acara Netflix ketika saya menontonnya larut malam, tetapi saya tidak berpikir itu sama dengan kecanduan klinis," ujar Mosseri, dikutip dari BBC, Selasa (17/2/2026).
Dalam persidangan, terungkap pula hasil survei internal Meta terhadap sekitar 269.000 pengguna Instagram. Sekitar 60 persen responden mengaku melihat atau mengalami perundungan dalam sepekan terakhir.
Pengacara penggugat menyebut K.G.M telah melaporkan lebih dari 300 kasus perundungan ke Instagram. Mosseri mengaku tidak mengetahui secara spesifik laporan tersebut.
Saat ditanya soal penggunaan Instagram hingga 16 jam sehari oleh penggugat, Mosseri menyebutnya sebagai penggunaan yang "bermasalah". Namun, ia menolak menyebutnya sebagai kecanduan.
"Kedengarannya seperti penggunaan yang bermasalah," kata Mosseri.
Persidangan turut mengungkap email internal 2019 yang membahas potensi dampak negatif filter pengubah penampilan. Dalam diskusi itu, Nick Clegg termasuk yang menyoroti risiko reputasi jika perusahaan dinilai mendahulukan pertumbuhan dibanding tanggung jawab sosial.
Mosseri menyatakan Instagram akhirnya melarang filter yang melampaui efek riasan dasar. Meski begitu, ia mengakui kebijakan tersebut kemudian mengalami penyesuaian, namun bukan dicabut sepenuhnya.
Gelombang gugatan terhadap perusahaan media sosial terus bergulir di Amerika Serikat, melibatkan keluarga, jaksa negara bagian, hingga distrik sekolah. Sejumlah tokoh penting seperti Mark Zuckerberg dan Neal Mohan juga dijadwalkan memberikan kesaksian.
Di luar pengadilan, sejumlah orang tua menyuarakan kekhawatiran atas dampak media sosial terhadap anak-anak. Mereka mendesak perusahaan teknologi mengubah model bisnis dan memperkuat perlindungan bagi pengguna muda di tengah tekanan publik yang kian meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








