Apple Music Hadirkan Fitur AI Pembuat Playlist dan Pusat Konser, Bisa Tanpa Perangkat Apple Intelligence

AKURAT.CO Apple menghadirkan fitur kecerdasan buatan (AI) pembuat playlist dan pusat konser di Apple Music lewat beta iOS 26.4. Menariknya, fitur ini tetap bisa digunakan tanpa harus memiliki perangkat dengan dukungan Apple Intelligence.
Pembaruan ini membawa pengalaman yang selama ini lekat dengan Spotify ke dalam ekosistem Apple. Pengguna kini dapat membuat playlist berbasis AI sekaligus melihat informasi acara musik langsung dari satu aplikasi.
Upaya ini menandai strategi baru Apple dalam memperkuat layanan streaming musiknya. Integrasi AI dan fitur konser dinilai dapat meningkatkan personalisasi sekaligus keterlibatan pengguna.
Playlist Playground, Bikin Playlist Cukup Lewat Prompt
Fitur baru bernama Playlist Playground memungkinkan pengguna membuat daftar putar hanya lewat deskripsi teks. Konsepnya serupa generator playlist AI milik Spotify.
Pengguna bisa mengetik permintaan seperti "musik untuk ngopi pagi" atau "lagu pop 2000-an". Sistem kemudian menyusun playlist sesuai suasana atau genre yang diminta.
Dalam sekali proses, AI akan menghasilkan sekitar 25 lagu lengkap dengan judul playlist yang relevan. Hasilnya masih bisa diedit sebelum disimpan ke perpustakaan.
Menariknya, fitur ini tidak sepenuhnya bergantung pada dukungan Apple Intelligence. Sejumlah penguji beta menyebut Playlist Playground tetap berjalan di perangkat lama, sehingga jangkauannya lebih luas dan tidak terbatas pada iPhone generasi terbaru.
Apple Music Siapkan Fitur Acara Langsung
Selain playlist AI, Apple Music juga menyiapkan fitur informasi konser dan acara musik di sekitar pengguna. Fitur ini menghadirkan pengalaman yang selama ini identik dengan Live Events hub milik Spotify, sebagaimana dikutip dari laman resminya, Selasa (17/2/2026).
Kehadiran pusat konser tersebut dinilai dapat menjadi nilai tambah baru bagi pengguna. Informasi acara bisa diakses langsung tanpa perlu keluar dari aplikasi.
Meski detail tampilannya belum diungkap, laporan awal menyebut akan ada notifikasi acara mendatang. Integrasinya disebut-sebut berpotensi terhubung dengan Shazam yang juga berada di bawah naungan Apple.
Strategi Mengejar dan Menyamai Kompetitor
Hal ini menandai arah baru Apple Music dalam memanfaatkan AI untuk personalisasi pengalaman mendengarkan. Jika sebelumnya kurasi lebih bertumpu pada editor dan algoritma riwayat putar, kini pengguna bisa mengatur sendiri lewat prompt deskriptif.
Di level industri, AI generatif sudah menjadi strategi mempertahankan engagement, bukan sekadar fitur pelengkap. Spotify lebih dulu mempopulerkannya, sehingga Apple dituntut menghadirkan diferensiasi melalui integrasi erat dengan iOS dan ekosistem perangkatnya.
Keunggulan Apple ada pada kontrol penuh atas perangkat keras dan sistem operasi. Namun, kualitas rekomendasi tetap menjadi tantangan agar hasilnya relevan dan tidak terasa generik.
Bagi pelanggan Apple Music, kehadiran Playlist Playground membuka cara baru menemukan lagu, album dan artis yang mungkin sebelumnya terlewat. Pengguna kini bisa mengeksplorasi musik lewat perintah teks yang lebih spesifik dan sesuai selera.
Fitur ini menghadirkan fleksibilitas yang lebih personal dibanding sekadar rekomendasi otomatis berbasis algoritma. Kontrol ada di tangan pengguna untuk membentuk pengalaman mendengarkan yang lebih relevan.
Jika peluncuran final berjalan sesuai jadwal, Apple Music berpotensi memperkuat posisinya di pasar global. Platform ini tak lagi sekadar alternatif Spotify, tetapi juga pemain yang semakin adaptif terhadap tren AI dan personalisasi digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









