Akurat

Robot Humanoid Menari di Gala Imlek China, Unjuk Kecanggihan atau Sekadar Simbol?

Winna Wandayani | 22 Februari 2026, 14:28 WIB
Robot Humanoid Menari di Gala Imlek China, Unjuk Kecanggihan atau Sekadar Simbol?

 

AKURAT.CO Robot humanoid kembali menjadi sorotan setelah tampil memukau dalam Gala Festival Musim Semi yang disiarkan China Media Group. Dalam acara tersebut, deretan robot menampilkan tarian, kung fu, hingga gerakan akrobatik tanpa kesalahan.

Penampilan tersebut langsung memicu rasa kagum sekaligus pertanyaan dari publik global. Jika robot sudah mampu menari dan melakukan seni bela diri, sejauh mana kemampuan mereka bisa berkembang ke depan?

Sejumlah analis menilai pertunjukan ini bukan sekadar hiburan, melainkan etalase kekuatan teknologi China. Robot humanoid dinilai efektif sebagai simbol kemajuan karena mudah dipahami publik dibandingkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang tak kasat mata.

"Robot humanoid adalah contoh kepemimpinan teknologi Tiongkok yang sangat terlihat yang dapat dilihat oleh khalayak umum di ponsel atau televisi mereka," ujar Kyle Chan, peneliti teknologi Tiongkok di Brookings Institution, dikutip dari The Guardian, Jumat (20/2/2026).

Di tengah persaingan teknologi antara China dan Amerika Serikat, humanoid menjadi arena baru yang menarik perhatian. China disebut memiliki keunggulan dalam hal produksi massal dan integrasi manufaktur perangkat keras.

Baca Juga: LG Siap Unjuk Robot Pembantu Rumah CLOiD di CES 2026

Meski demikian, para pakar mengingatkan bahwa performa panggung tidak sama dengan kesiapan industri. Robot-robot tersebut dilatih mengulang rutinitas yang sama berkali-kali sehingga belum tentu fleksibel menghadapi situasi tak terduga.

Gerakan tarian dan kung fu yang ditampilkan juga minim interaksi dengan lingkungan dinamis. Artinya, kemampuan adaptasi dan persepsi real-time masih menjadi tantangan besar untuk penggunaan di pabrik atau ruang publik.

Di luar aspek teknis, pertunjukan ini mencerminkan ambisi jangka panjang Beijing dalam sektor robotika dan AI. Pemerintah China secara konsisten menempatkan AI dan otomatisasi sebagai prioritas dalam strategi industrinya.

Data terbaru menunjukkan ratusan ribu perusahaan robotika pintar telah terdaftar di China dengan nilai investasi sangat besar. Proyeksi pasar bahkan memperkirakan penjualan robot humanoid akan melonjak signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Pada akhirnya, robot menari di panggung televisi hanyalah satu potongan dari peta besar transformasi industri China. Jika tren ini berlanjut, humanoid berpotensi menjadi tulang punggung manufaktur cerdas sekaligus mengubah persaingan teknologi global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.