Akurat

Menyibak Kenapa Produk yang Muncul di E-Commerce Terasa 'Pas', Pakai Teknologi Ini

Winna Wandayani | 22 Februari 2026, 18:53 WIB
Menyibak Kenapa Produk yang Muncul di E-Commerce Terasa 'Pas', Pakai Teknologi Ini

AKURAT.CO Di balik katalog besar e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, atau Lazada, terdapat algoritma rekomendasi yang bekerja tanpa henti. Sistem ini menyaring jutaan produk untuk menampilkan yang paling relevan bagi setiap pengguna.

Algoritma tersebut tidak sekadar menampilkan produk populer. Ia menganalisis preferensi dan perilaku pengguna agar pengalaman belanja terasa lebih personal dan efisien.

Apa Itu Algoritma Rekomendasi?

Algoritma rekomendasi merupakan sistem yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning untuk membaca pola perilaku pengguna. Data seperti riwayat pencarian, klik, hingga pembelian dianalisis untuk memprediksi produk yang kemungkinan besar diminati.

Tujuan akhirnya bukan sekadar menampilkan produk yang relevan. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan keterlibatan pengguna sekaligus mendorong konversi dan kepuasan pelanggan, sebagaimana dikutip dari Meegle, Minggu (22/2/2026).

Untuk mewujudkan hal tersebut, platform mengandalkan teknologi berbasis data dan kecerdasan buatan. Secara teknis, rekomendasi produk dilakukan melalui beberapa metode inti:

1. Collaborative Filtering

Metode ini menganalisis pola pengguna lain yang memiliki perilaku serupa dengan Anda. Jika membeli produk tertentu, sistem akan merekomendasikannya karena terbukti efektif memanfaatkan pola kolektif data.

2. Content-Based Filtering

Sistem ini tidak bergantung pada pengguna lain, melainkan pada fitur produk yang pernah Anda minati, seperti kategori atau merek. Dari sana, algoritma akan menampilkan produk serupa yang dianggap relevan.

3. Hybrid System

Sebagian besar e-commerce modern menggabungkan berbagai metode untuk meningkatkan akurasi rekomendasi. Pendekatan ini memaksimalkan keunggulan tiap teknik sekaligus menutupi kekurangannya.

Selain itu, tren terbaru memanfaatkan deep learning dan analisis real-time untuk membaca perilaku pengguna. Sistem ini tidak hanya mengandalkan data lama, tetapi juga memahami aktivitas dari satu sesi ke sesi berikutnya, sebagaimana dikutip dari EA Journals.

Proses Kerja di Balik Layar

1. Pengumpulan Data

Platform e-commerce mengumpulkan berbagai data, mulai dari klik, pencarian, riwayat pembelian, durasi melihat produk, hingga ulasan pengguna.

2. Pembuatan Model

Data tersebut kemudian diproses oleh algoritma AI untuk mempelajari pola dan preferensi setiap pengguna.

3. Penyajian Rekomendasi

Berdasarkan hasil pemodelan, sistem menampilkan produk yang dinilai paling relevan melalui beranda, halaman produk, notifikasi, maupun email.

Kenapa Ini Penting bagi Konsumen dan E-Commerce?

- Konsumen mendapatkan pengalaman belanja yang lebih cepat, relevan dan personal, tidak perlu menggulir ratusan produk untuk menemukan yang sesuai.
- E-Commerce melihat peningkatan metrik penting seperti conversion rate, nilai pembelian rata-rata (average order value) dan retensi pelanggan berkat rekomendasi yang tepat sasaran.

Tantangan Teknologi

Meski canggih, sistem ini bukan tanpa persoalan. Rekomendasi yang terlalu sempit dapat memicu efek filter bubble, sehingga pengguna terus melihat produk yang serupa.

Dikutip dari Business Analytics Institute, isu lain yang ikut mencuat adalah soal privasi data. Penggunaan data perilaku dalam skala besar menjadi perhatian di banyak negara.

Di sisi lain, algoritma rekomendasi memang dirancang untuk membaca pola perilaku pengguna dengan bantuan AI. Teknologi ini bukan hanya mempermudah belanja, tetapi juga menjadi strategi penting platform untuk meningkatkan penjualan dan loyalitas pelanggan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.