Akurat

Google Blokir 266 Juta Upaya Instalasi Aplikasi Berbahaya Sepanjang 2025

Winna Wandayani | 22 Februari 2026, 21:55 WIB
Google Blokir 266 Juta Upaya Instalasi Aplikasi Berbahaya Sepanjang 2025

AKURAT.CO Google mengungkapkan telah memblokir 266 juta upaya instalasi aplikasi berisiko di Android sepanjang 2025. Dalam laporan keamanan terbarunya, lebih dari 1,75 juta aplikasi juga dicegah tayang di Google Play karena melanggar kebijakan.

Hal tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat keamanan ekosistem Android. Upaya ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman malware, penipuan finansial, langganan tersembunyi, hingga penyalahgunaan data pribadi.

1,75 Juta Aplikasi Ditolak, 80 Ribu Akun Pengembang Diblokir

Dalam laporan keamanan tertanggal 19 Februari, Google mengungkap lebih dari 1,75 juta aplikasi ditolak masuk ke Play Store karena melanggar kebijakan. Selain itu, lebih dari 80.000 akun pengembang diblokir akibat aktivitas berbahaya atau pelanggaran berulang.

Google juga menghentikan sekitar 255.000 aplikasi yang berupaya mengakses data sensitif tanpa alasan jelas. Bersamaan dengan itu, aturan privasi diperketat dan pengembang didorong meningkatkan perlindungan data melalui fitur Play Policy Insights serta label Keamanan Data di Play Store.

AI Jadi Garda Depan Deteksi Malware

Salah satu peningkatan besar datang dari penggunaan kecerdasan buatan (AI) generatif dalam proses peninjauan aplikasi. Teknologi ini mampu menganalisis aplikasi sejak tahap awal pengembangan untuk mendeteksi potensi malware dan penipuan sebelum rilis.

Pendekatan tersebut menandai pergeseran dari sistem reaktif ke strategi pencegahan sejak dini. Di tengah maraknya social engineering dan aplikasi palsu, upaya ini dinilai semakin penting.

160 Juta Ulasan Spam Diblokir

Google juga memperkuat sistem anti-spam di Play Store. Hasilnya, sekitar 160 juta rating dan ulasan palsu berhasil diblokir, termasuk praktik manipulasi bintang yang sengaja menaikkan atau menjatuhkan reputasi aplikasi.

Menurut Google, perlindungan ini mencegah penurunan rata-rata rating hingga 0,5 bintang akibat serangan review bombing. Bagi pengguna, sistem ini penting agar proses memilih aplikasi tetap berdasarkan ulasan autentik, bukan opini yang dimanipulasi.

Play Protect Kini Lindungi 2,8 Miliar Perangkat

Layanan keamanan bawaan Android, Google Play Protect, juga mengalami peningkatan besar. Setelah uji coba awal di Singapura, sistem ini kini tersedia di 185 negara dan melindungi lebih dari 2,8 miliar perangkat Android.

"Pada tahun 2025, kami memblokir 266 juta upaya instalasi yang berisiko dan membantu melindungi pengguna dari 872.000 aplikasi unik dan berisiko tinggi," tulis Google dalam keterangan resminya, dikutip Minggu (22/2/2026).

Google menghadirkan fitur baru untuk menangkal penipuan yang terjadi saat panggilan telepon. Kini, Play Protect tidak bisa dinonaktifkan ketika pengguna sedang menerima atau melakukan panggilan.

Celah tersebut sebelumnya kerap dimanfaatkan pelaku untuk membujuk korban memasang aplikasi berbahaya. Hal ini menjadi bagian dari penguatan sistem keamanan Android.

Data terbaru menunjukkan ancaman di ekosistem Android masih tinggi, tetapi pendekatan Google kini lebih proaktif dan berbasis AI. Sistem keamanan juga bekerja lebih awal sebelum aplikasi beredar luas.

Bagi pengguna, risiko malware dan aplikasi scam makin ditekan meski aturan baru bisa menyulitkan sebagian pengembang. Ke depan, Google masih harus menghadapi taktik penipuan yang kian canggih demi menjaga kepercayaan miliaran pengguna Android.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.