OutSystems Prediksi Tren AI 2026: Shadow AI, Sistem Agentik hingga Evolusi Low-Code

AKURAT.CO OutSystems, platform pengembangan low-code berbasis AI, memaparkan prediksi tren kecerdasan buatan (AI) yang diperkirakan akan membentuk strategi bisnis dan pengembangan perangkat lunak pada 2026.
Prediksi ini menyoroti meningkatnya risiko shadow AI, pergeseran menuju sistem AI agentik yang terspesialisasi, serta evolusi platform low-code berbasis AI yang lebih matang dan terkelola.
CEO OutSystems, Woodson Martin, memperingatkan bahwa shadow AI berpotensi menjadi ancaman yang lebih serius dibandingkan shadow IT di masa lalu.
Menurutnya, kemampuan pengguna non-teknis dalam memanfaatkan Large Language Models (LLM) untuk menghasilkan kode produksi dan alur kerja otonom tanpa pengawasan dapat memicu kebocoran data sensitif dan risiko reputasi perusahaan.
Oleh karena itu, tata kelola AI yang kuat menjadi kebutuhan mendesak bagi organisasi. Sementara itu, CPTO OutSystems, Luis Blando, memprediksi bahwa pengembangan AI pada 2026 akan semakin terspesialisasi dan berorientasi industri.
Solusi AI tidak lagi bersifat serba guna, melainkan difokuskan pada beban kerja dan kebutuhan spesifik tiap sektor. Pendekatan AI vertikal, model yang dilatih dengan data dan alur kerja khusus industri, dinilai mampu memberikan hasil yang lebih cepat dan akurat dibanding AI generik.
Baca Juga: Serangan Siber Berbasis AI dan Deepfake Jadi Tantangan Berat Pemerintah di 2026
Dari sisi organisasi, CIO OutSystems Tiago Azevedo memperkirakan AI agentik akan mempercepat otomatisasi tugas rutin dan administratif.
Dampaknya, manusia dapat lebih fokus pada kreativitas, strategi, dan pengambilan keputusan. Ia menyebut, pemanfaatan agen AI dalam proses SDM berpotensi meningkatkan produktivitas hingga 30% per karyawan, sekaligus mendorong pergeseran peran tenaga kerja ke fungsi yang lebih bernilai tambah.
Adapun VP of Developer Relations OutSystems, Miguel Baltazar, menilai 2026 bisa menjadi titik balik dalam mengatasi burnout di kalangan developer.
Platform low-code berbasis AI dengan tata kelola terintegrasi dinilai mampu meningkatkan kualitas perangkat lunak, menyederhanakan alur kerja, serta mengurangi beban teknis yang selama ini memicu kelelahan kerja.
Secara keseluruhan, OutSystems menilai 2026 akan menjadi fase penting dalam adopsi AI yang lebih terkendali, terspesialisasi, dan berorientasi nilai bisnis, di mana tata kelola, kolaborasi manusia–AI, dan platform low-code memainkan peran sentral.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






