Kelompok Perempuan Desak Apple dan Google Hapus X serta Grok dari Toko Aplikasi

AKURAT.CO Koalisi kelompok perempuan dan aktivis teknologi mendesak Apple serta Google menghapus X dan chatbot Grok dari toko aplikasi. Desakan ini muncul karena keduanya dinilai menyebarkan konten bermasalah yang melanggar kebijakan.
Seruan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang dirilis pekan ini. Koalisi menilai aplikasi milik Elon Musk itu gagal melindungi pengguna dari konten berbahaya.
Dalam surat tersebut, X dan Grok dituduh memproduksi konten bermuatan seksual, merendahkan, hingga mengandung unsur kekerasan. Perempuan dan anak-anak disebut menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Tekanan terhadap Apple dan Google meningkat setelah Grok dilaporkan menghasilkan gambar hiperarealistis perempuan dan anak di bawah umur dengan tampilan tidak pantas. Konten tersebut dinilai bertentangan dengan aturan keamanan platform aplikasi.
Sejumlah organisasi besar ikut mendukung desakan ini, termasuk UltraViolet, National Organization for Women, MoveOn dan ParentsTogether Action. Ia menegaskan tanggung jawab Apple dan Google dalam memastikan aplikasi yang tersedia aman bagi publik.
Direktur kampanye UltraViolet, Jenna Sherman, menyebut pembiaran ini dapat memperluas pelecehan seksual digital. Menurutnya, tindakan Apple dan Google akan mencerminkan komitmen nyata mereka terhadap perlindungan anak.
"Mereka mengaktifkan sistem di mana ribuan, jika tidak puluhan ribu, orang, terutama wanita dan anak-anak, mengalami pelecehan seksual melalui bantuan toko aplikasi mereka sendiri,"
ujarnya, dikutip dari Reuters, Rabu (14/1/2026).
Hingga kini, X belum memberikan tanggapan resmi terkait surat terbuka tersebut. Sementara itu, xAI selaku pengembang Grok membantah tuduhan dengan menyebutnya sebagai klaim yang menyesatkan.
Pengawasan global terhadap Grok juga semakin ketat setelah Malaysia dan Indonesia melarang penggunaannya karena konten eksplisit. Di Eropa dan Inggris, otoritas tengah melakukan penyelidikan, sementara sejumlah organisasi besar memilih meninggalkan platform X.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






