Akurat

Prediksi Dunia 2050: Ketika AI, Sibernetika dan Manusia Semakin Menyatu

Petrus C. Vianney | 9 Januari 2026, 17:15 WIB
Prediksi Dunia 2050: Ketika AI, Sibernetika dan Manusia Semakin Menyatu

 

AKURAT.CO Perkembangan teknologi dalam 25 tahun terakhir telah mengubah dunia secara drastis, dari internet dial-up hingga kecerdasan buatan yang kini hadir di berbagai aspek kehidupan. Para ahli meyakini perubahan yang jauh lebih besar akan terjadi menjelang tahun 2050.

Kemajuan pesat di bidang AI, robotika, serta nanoteknologi diprediksi akan mengaburkan batas antara manusia dan mesin. Teknologi yang dulu hanya ada dalam fiksi ilmiah kini mulai diwujudkan dalam kehidupan nyata.

Nanoteknologi, yang bekerja pada skala sangat kecil, sudah menjadi bagian penting dari perangkat modern seperti ponsel dan komputer. Ke depan, teknologi ini diperkirakan akan digunakan sebagai implan untuk memantau kesehatan dan meningkatkan kemampuan komunikasi manusia.

Integrasi Teknologi

Profesor Steven Bramwell menilai bahwa integrasi antara elektronik, mesin dan biologi akan semakin kuat pada 2050. Namun, penerapannya lebih difokuskan pada manfaat medis, seperti pengiriman obat langsung ke bagian tubuh yang membutuhkan.

"Mengirimkan obat-obatan ke tempat yang mereka butuhkan," ujar Bramwell, dikutip dari BBC, Rabu (7/1/2026).

Sementara itu, Profesor Kevin Warwick, pelopor sibernetika, memprediksi implantasi chip dan stimulasi otak elektronik dapat menjadi alternatif pengobatan penyakit mental. Ia bahkan membayangkan kondisi di mana otak dan tubuh manusia bisa beroperasi di lokasi berbeda.

Konsep 'kembar digital' juga diperkirakan akan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Teknologi ini dapat membuat simulasi virtual tubuh manusia untuk menguji obat, diet, atau gaya hidup tanpa risiko nyata.

Di sisi lain, kecerdasan buatan akan berkembang seiring kemajuan komputasi kuantum. Teknologi ini diyakini mampu mempercepat riset ilmiah, termasuk penemuan obat generasi baru dalam waktu yang jauh lebih singkat.

Dalam dunia pendidikan, guru AI dan simulasi imersif diprediksi menggantikan buku teks. Proses belajar akan lebih personal, disesuaikan dengan data biologis dan cara belajar masing-masing anak.

Transportasi juga akan mengalami revolusi besar melalui kendaraan otonom. Mobil tanpa pengemudi dinilai mampu mengurangi kemacetan dan menekan angka kecelakaan secara signifikan.

Di luar Bumi, para ahli memperkirakan akan ada pangkalan manusia di Bulan pada 2050. Bahkan, beberapa industri seperti farmasi diprediksi beroperasi di luar angkasa untuk memanfaatkan kondisi gravitasi mikro.

Meski kekhawatiran tentang dampak AI terus bermunculan, banyak pakar tetap optimistis. Seperti yang pernah ditulis Philip K. Dick, sains pada akhirnya diciptakan untuk membantu dan memperpanjang kualitas hidup manusia.

"Ilmu pengetahuan telah memberi kita lebih banyak kehidupan daripada yang dibutuhkannya. Kita harus mengingat itu," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.