AKURAT.CO Apple merancang Apple Pay sebagai metode pembayaran yang menempatkan keamanan di lapisan paling dasar. Banyak pengguna memakainya untuk kemudahan, namun tanpa kita sadari ada sistem proteksi yang bekerja setiap kali transaksi dilakukan.
Apple menjelaskan di situs resminya bahwa Apple Pay tidak pernah menyimpan atau membagikan nomor kartu asli. Saat pembayaran, sistem menggunakan token unik yang hanya berlaku untuk satu transaksi. Cara ini mengurangi risiko pencurian data kartu secara signifikan.
Ternyata, setiap transaksi Apple Pay juga memerlukan autentikasi biometrik seperti Face ID atau Touch ID. Trik ini memastikan hanya pemilik perangkat yang bisa menyelesaikan pembayaran. Bahkan jika ponsel hilang, transaksi tetap tidak bisa dilakukan sembarangan.
Apple juga mengintegrasikan Secure Element, sebuah chip khusus yang terisolasi dari sistem utama. Data pembayaran diproses di area ini sehingga tidak bisa diakses oleh aplikasi lain. Pendekatan ini menambah lapisan keamanan yang jarang disadari pengguna.
Selain itu, Apple Pay memungkinkan pengguna melacak dan menonaktifkan kartu dari jarak jauh melalui akun Apple ID. Tanpa kita sadari, kontrol ini memberi rasa aman ekstra saat terjadi kehilangan perangkat. Prosesnya bisa dilakukan dengan cepat tanpa perlu ke bank terlebih dahulu.
Dari sisi psikologis, pembayaran yang terasa aman membuat pengguna lebih percaya diri dalam bertransaksi digital. Rasa percaya ini penting untuk membangun kebiasaan pembayaran non-tunai.
Inilah alasan Apple Pay dianggap sebagai salah satu metode pembayaran paling aman, bukan hanya karena teknologinya, tetapi karena sistem keamanannya bekerja tanpa merepotkan pengguna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK






