Akurat

Lonjakan Transaksi Digital Diprediksi Warnai Libur Nataru 2026

Petrus C. Vianney | 18 Desember 2025, 22:18 WIB
Lonjakan Transaksi Digital Diprediksi Warnai Libur Nataru 2026

AKURAT.CO Momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 diperkirakan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital nasional. Volume transaksi sistem pembayaran diproyeksikan melonjak lebih dari 50 persen secara tahunan hingga sekitar 90 juta transaksi selama puncak liburan.

Proyeksi tersebut sejalan dengan data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan yang memperkirakan 119,5 juta orang atau 42,01 persen penduduk Indonesia akan melakukan perjalanan pada Nataru 2025/2026. Jumlah ini naik 2,71 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Kenaikan mobilitas tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai daerah tujuan mudik dan wisata. Dampaknya diperkirakan terasa pada sektor transportasi, pariwisata dan layanan pendukung lainnya.

Kesiapan menghadapi lonjakan tersebut dibahas dalam Forum Link Nataru 2025/2026 yang diselenggarakan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin). Forum ini menjadi ajang konsolidasi anggota Jaringan Link untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan operasional pembayaran nasional.

"Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, transaksi digital diperkirakan terkonsentrasi pada sektor-sektor yang mendukung aktivitas selama perjalanan," ujar Ario Tejo Bayu Aji selaku Direktur Utama PT Jalin Pembayaran Nusantara, dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (18/12/2025).

Ario menyoroti semakin matangnya adopsi pembayaran digital di masyarakat. Sekitar 80 persen lonjakan transaksi selama Nataru diproyeksikan didominasi penggunaan QRIS, mencerminkan perubahan cara bertransaksi saat bepergian.

Meski pembayaran digital meningkat, uang tunai dinilai tetap berperan penting, khususnya di wilayah transit dan destinasi wisata. Direktur Operasional Jalin, Argabudhy Sasrawiguna, menegaskan keseimbangan layanan digital dan infrastruktur fisik menjadi kunci kelancaran ekonomi selama Nataru.

"Kami memastikan kesiapan titik layanan penarikan tunai melalui pengelolaan jaringan ATM Himbara-BRI, BNI, Bank Mandiri dan BTN, yang terhubung melalui ATM Link agar tetap optimal melayani kebutuhan masyarakat. Fokus kami adalah menjaga stabilitas layanan," jelas Arga.

Periode siaga operasional Nataru berlangsung pada 20 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, dengan puncak transaksi pada 31 Desember 2025. Seiring lonjakan transaksi digital, risiko kejahatan siber juga meningkat, terutama penipuan berbasis social engineering dan kecerdasan buatan (AI).

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Jalin memperkuat pengamanan melalui Fraud Management System (FMS) guna memantau anomali transaksi secara real-time. Upaya ini juga dibarengi dengan penguatan kolaborasi lintas industri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.