OpenAI Habiskan Hingga Rp250 Miliar Per Hari untuk Video Sora, Biaya Operasional Membengkak

AKURAT.CO OpenAI mengeluarkan biaya besar untuk menangani lonjakan penggunaan aplikasi video Sora di iOS. Meski menargetkan pendapatan tahunan $20 miliar (sekitar Rp333 triliun), perusahaan tetap mencatat kerugian lebih dari $12 miliar (sekitar Rp200 triliun) pada kuartal terakhir.
Sora yang dirilis pada 30 September langsung menarik perhatian pengguna dan mencatat 1 juta unduhan hanya dalam satu minggu meski aksesnya masih berbasis undangan. Popularitas ini membuat aplikasi tersebut cepat menjadi sorotan di berbagai platform.
Menjelang akhir Oktober, total unduhan Sora sudah menembus angka 4 juta dan terus bertambah. Dalam periode yang sama, aplikasi ini memproduksi jutaan video AI berdurasi 10 detik setiap hari.
Dikutip dari Forbes, Selasa (25/11/2025), biaya operasional untuk memproses video Sora dapat menembus lebih dari $5 miliar (sekitar Rp83 triliun) per tahun. Jumlah itu setara dengan sekitar $15 juta (sekitar Rp250 miliar) yang dihabiskan setiap hari.
Perhitungan tersebut mengacu pada estimasi harga GPU, efisiensi model, jumlah pengguna dan total video yang dibuat. Kepala OpenAI Sora, Bill Peebles, bahkan menyebut kondisi ekonomi saat ini 'tidak berkelanjutan'.
Model video seperti Sora 2 memiliki biaya jauh lebih tinggi dibanding model teks karena kerumitan data yang harus diproses. Estimasi menunjukkan satu video berdurasi 10 detik membutuhkan biaya sekitar $1,3 (sekitar Rp21 ribuan).
OpenAI menetapkan harga $1 (sekitar Rp16 ribuan) untuk video dari Sora 2 dan $3 (sekitar Rp50 ribuan) untuk keluaran dari Sora 2 Pro. Beban biaya meningkat karena durasi penggunaan GPU yang panjang dan kebutuhan menjalankan beberapa GPU secara bersamaan.
Dengan asumsi terdapat 4,5 juta pengguna aktif dan 25 persen di antaranya membuat sekitar 10 video per hari, jumlah produksinya menembus lebih dari 11 juta video setiap hari. Jika dikalikan biaya per video, pengeluaran harian bisa mendekati $15 juta (sekitar Rp250 jutaan).
Perhitungan tersebut belum mencakup video yang dibatalkan atau draf yang tidak pernah dipublikasikan. Angka riilnya kemungkinan lebih besar karena proses moderasi dan pembuangan konten tetap menguras kredit pemrosesan.
Strategi akses gratis dipandang sebagai cara untuk memperbesar pasar dan meningkatkan keterlibatan sebelum model bisnis berbayar diterapkan. Analis juga memprediksi biaya GPU akan turun cepat, sehingga efisiensi model video dapat meningkat signifikan dalam beberapa tahun.
OpenAI diperkirakan akan menerapkan monetisasi yang lebih agresif melalui langganan hingga layanan premium untuk kebutuhan profesional seperti pembuat film dan agensi iklan. Selain itu, data video yang dihasilkan pengguna juga akan membantu meningkatkan kemampuan dan akurasi modelnya.
OpenAI berencana membatasi pembuatan video gratis karena biaya operasionalnya terlalu tinggi. CEO Sam Altman menegaskan bahwa penggunaan aplikasi hanya untuk membuat meme tidak bisa ditanggung oleh model iklan, sehingga strategi harus diubah agar lebih berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta








