Berbicara dengan Copilot AI di Windows Masih Jauh dari Harapan

AKURAT.CO Microsoft berupaya membangun masa depan komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui PC Copilot yang mampu memahami perintah suara. Perangkat ini dirancang untuk membantu pengguna secara otomatis dalam berbagai aktivitas.
Dalam kampanye promosinya, perusahaan menggambarkan PC yang bisa diajak berbicara seperti asisten pribadi. Pengguna disebut dapat bertanya dan memberi instruksi dengan bahasa alami untuk menyelesaikan berbagai tugas.
Yusuf Mehdi dari Microsoft mengatakan komputer idealnya dapat memahami perintah pengguna dan bertindak sesuai kebutuhan. Ia menilai kemampuan tersebut akan menjadi dasar pengalaman komputasi baru.
"Anda harus dapat berbicara dengan PC Anda, membuatnya memahami Anda dan kemudian dapat membuat keajaiban terjadi dari itu," ujar Yusuf, dikutip dari The Verge, Rabu (19/11/2025).
Pandangan ini sejalan dengan pernyataan CEO Satya Nadella yang menyebut model AI masa depan akan memakai komputer layaknya manusia. Karena itu, Microsoft perlu merancang ulang seluruh perangkat lunaknya sebagai fondasi bagi agen AI.
Pengalaman yang ada saat ini masih jauh dari harapan. Banyak pengguna menemukan Copilot di Windows 11 sering memberikan jawaban keliru atau mengarang informasi.
Beberapa responsnya bahkan terasa meremehkan sehingga membuat interaksi menjadi tidak nyaman. Selain itu, fitur Copilot Vision yang seharusnya memindai layar dan membantu lewat perintah suara belum bekerja sesuai janji.
Hasilnya, Copilot masih terasa sebagai teknologi yang belum sepenuhnya matang. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kemampuan AI Microsoft belum sebanding dengan ekspektasi besar yang mereka bangun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









