Akurat

Perplexity Gandeng Snapchat untuk Hadirkan Fitur Pencarian AI di Aplikasi

Petrus C. Vianney | 12 November 2025, 17:12 WIB
Perplexity Gandeng Snapchat untuk Hadirkan Fitur Pencarian AI di Aplikasi

AKURAT.CO Perplexity bekerja sama dengan Snap Inc., perusahaan induk Snapchat, untuk menghadirkan fitur pencarian berbasis AI di aplikasi. Chatbot Perplexity akan terintegrasi agar pengguna dapat bertanya dan menjelajahi berbagai topik dengan mudah.

Sebagai bagian dari perjanjian, Perplexity akan membayar Snap sebesar $400 juta (sekitar Rp6,6 triliun) dalam satu tahun. Kolaborasi ini juga memperkuat posisi Snap dalam menghadirkan inovasi teknologi di platformnya.

Kesepakatan ini memberikan keuntungan finansial bagi Snap sekaligus memperluas akses pengguna terhadap layanan AI. Lebih dari 943 juta pengguna aktif bulanan di Snapchat akan dapat menikmati fitur baru yang didukung oleh teknologi Perplexity.

Snap menilai kolaborasi ini sejalan dengan visinya menjadikan AI lebih personal dan sosial. CEO Snap, Evan Spiegel, mengatakan bahwa pihaknya ingin menghadirkan AI yang menyenangkan dan terhubung dengan aktivitas pengguna di Snapchat, sebagaimana dikutip dari Gadgets360, Senin (10/11/2025).

Snap menjelaskan bahwa sekitar 75 persen pengguna Snapchat berada pada rentang usia 13-34 tahun di 25 negara. Kelompok ini dianggap sebagai target ideal untuk mengenalkan dan mengadopsi teknologi AI dari Perplexity.

Dengan integrasi tersebut, pengguna dapat bertanya, mencari informasi, hingga memperluas wawasan langsung dari aplikasi Snapchat. Fitur ini diharapkan membuat pengalaman menggunakan aplikasi menjadi lebih interaktif dan informatif.

Perplexity menganggap kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk menjangkau pengguna global yang mencari informasi cepat dan akurat. CEO Perplexity, Aravind Srinivas, menyebut kerja sama ini sebagai cara untuk memenuhi rasa ingin tahu dunia melalui platform sosial populer.

Peluncuran global fitur ini direncanakan mulai awal 2026 dan Snap akan mulai mencatat pendapatan dari kolaborasi tersebut pada tahun yang sama. Integrasi ini diharapkan menjadi salah satu inovasi besar dalam menggabungkan teknologi AI dengan media sosial populer.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.