Akurat

Cermati Fintech Group dan AMODA Dorong Literasi Finansial Lewat Cermatalks 2025

Leo Farhan | 28 Oktober 2025, 19:37 WIB
Cermati Fintech Group dan AMODA Dorong Literasi Finansial Lewat Cermatalks 2025

 

AKURAT.CO Cermati Fintech Group (PT Dwi Cermat Indonesia) kembali menggelar Cermatalks, program edukasi finansial interaktif yang kali ini berkolaborasi dengan Amoda (PT Ada Untuk Dunia), perusahaan konstruksi modular dan prefabrikasi.

Kegiatan bertema “Timing Your First Step: When and How to Start Investing” ini bertujuan membantu karyawan memahami cara memulai investasi dan menentukan waktu yang tepat sesuai kebutuhan finansial masing-masing.

Forum ini membahas pentingnya menetapkan tujuan keuangan yang jelas serta memilih instrumen investasi aman seperti deposito, reksadana, saham, hingga emas fisik dan digital. Peserta aktif berdiskusi dan mendapat pemahaman mengenai kebebasan finansial serta langkah-langkah sederhana untuk mulai berinvestasi.

“Kami melihat bahwa masyarakat seringkali bingung dengan investasi, bagaimana cara memulainya, dan apa yang harus dilakukan. Edukasi dari bidang finansial untuk merencanakan keuangan yang tepat dan instrumen finansial yang tepat pun dibutuhkan, termasuk para karyawan,” ujar Philip Tjong, Investment Senior Analyst Cermati Invest.

Sementara itu, Ni Made Tia Marlyna Kusuma Wardani selaku Senior Learning & Culture Associate Amoda mengatakan Cermatalks di kantor Amoda mendapat sambutan positif.

“Kami senang dapat menjadi bagian dari kolaborasi ini. Literasi finansial adalah kebutuhan semua orang, dan kami percaya bahwa forum seperti Cermatalks mampu membuka ruang diskusi yang bermanfaat, sekaligus memberi pengetahuan baru bagi peserta dalam mengatur finansial mereka,” ungkapnya.

Melalui Cermatalks, Cermati Fintech Group menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses literasi keuangan yang relevan, aplikatif, dan inklusif bagi berbagai kalangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.