Trump Batalkan Pengiriman Pasukan ke San Francisco Setelah Didesak Bos Teknologi Nvidia dan Salesforce

AKURAT.CO Donald Trump membatalkan rencana pengiriman pasukan federal ke San Francisco setelah didesak para bos teknologi. Ia menyebut CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO Salesforce Marc Benioff sebagai pihak yang memintanya menunda rencana itu.
Trump mengatakan para pemimpin teknologi itu meyakinkannya bahwa San Francisco sedang berupaya memperbaiki masalah kriminalitas. Ia menilai kota tersebut masih memiliki potensi besar untuk bangkit dan layak diberi kesempatan.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menulis bahwa warga San Francisco telah bersatu memerangi kejahatan. Ia menambahkan bahwa para tokoh seperti Huang dan Benioff ingin mencoba memperbaiki kota tanpa intervensi militer.
"Orang-orang San Francisco telah bersatu dalam memerangi Kejahatan, terutama sejak kami mulai bertanggung jawab atas subjek yang sangat jahat itu," tulis Trump di Truth Social, dikutip Sabtu (25/10/2025).
Keputusan ini muncul di tengah hubungan dekat antara pemerintahan Trump dan para eksekutif Silicon Valley. Sejumlah raksasa teknologi seperti Apple, Amazon, Meta, Microsoft, Google dan Palantir turut mendukung proyek pemerintah, termasuk pembangunan ballroom Gedung Putih senilai 300 juta dolar AS.
Kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan teknologi membuat para eksekutif itu memiliki pengaruh besar dalam kebijakan nasional. Bahkan, Trump kerap mendengarkan saran mereka untuk isu di luar bidang teknologi, seperti penegakan hukum di kota-kota besar.
Namun, pengaruh besar tersebut menuai kritik dari berbagai pihak. Alix Fraser dari organisasi nirlaba Issue One menilai bahwa keputusan penting seharusnya tidak bergantung pada segelintir orang kaya di Silicon Valley.
Fraser menegaskan bahwa pengaruh besar para eksekutif teknologi terhadap kebijakan publik dapat merusak prinsip demokrasi. Ia menilai mereka memiliki kekuasaan besar di Washington meski tidak dipilih oleh rakyat.
Sebelumnya, Marc Benioff sempat mendukung pengerahan pasukan dengan alasan San Francisco kekurangan polisi. Namun setelah menuai protes dari karyawan Salesforce dan kritik dari Gubernur California Gavin Newsom, ia menarik kembali pernyataannya dan meminta maaf.
Meski Trump membatalkan rencana pengerahan pasukan, perdebatan tentang peran eksekutif teknologi dalam kebijakan publik tetap berlanjut. Banyak pihak khawatir keputusan yang dipengaruhi percakapan pribadi antara presiden dan pengusaha dapat mencederai proses demokrasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian








