Akurat

Apa Itu Serangan DDoS? Pengertian, Cara Kerja, dan Dampaknya pada Website

Ratu Tiara | 9 Oktober 2025, 13:05 WIB
Apa Itu Serangan DDoS? Pengertian, Cara Kerja, dan Dampaknya pada Website
 
AKURAT.CO Serangan siber kini semakin canggih dan sering kali menargetkan website dengan berbagai cara.
 
Salah satu bentuk serangan yang paling umum dan berbahaya adalah DDoS (Distributed Denial of Service). Serangan ini dapat membuat situs web tiba-tiba lambat, tidak dapat diakses, bahkan lumpuh total. Gangguan seperti ini merugikan bisnis secara finansial dan bisa merusak reputasi serta kepercayaan pengguna.
 
Serangan DDoS merupakan upaya jahat untuk membanjiri server atau jaringan dengan lalu lintas palsu agar sistem tidak dapat berfungsi secara normal.
 
Dilansir dari Cloudflare, Serangan DDoS adalah “upaya berbahaya untuk mengganggu lalu lintas normal dari server atau jaringan yang ditargetkan dengan membanjirinya menggunakan trafik internet dalam jumlah besar.”
 
Serangan ini dilakukan oleh jaringan perangkat yang terinfeksi malware (disebut botnet), dan setiap perangkat tersebut dikendalikan untuk mengirimkan permintaan ke server target secara bersamaan. Akibatnya, server kewalahan dalam memproses permintaan dan layanan menjadi tidak stabil atau bahkan berhenti total.
 
Pelaku serangan biasanya terdiri dari individu atau kelompok peretas yang memiliki motif tertentu seperti sabotase, balas dendam, atau pemerasan. Mereka mengarahkan serangan ke server yang menampung website bisnis, instansi, atau lembaga publik yang memiliki lalu lintas tinggi.
 
Target serangan bisa berada di mana saja karena botnet tersebar di berbagai negara dan diaktifkan secara bersamaan.
 
Waktu serangan dapat berlangsung sangat cepat, hanya dalam hitungan detik, namun juga bisa terus berlanjut hingga berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Tujuannya jelas, yakni mengacaukan sistem, menurunkan performa website, dan menciptakan kerugian besar.
 

Cara Kerja Serangan DDoS 

1. Serangan dimulai dengan membentuk botnet, yaitu jaringan besar perangkat yang telah terinfeksi malware seperti komputer, kamera, atau perangkat IoT.
 
2. Penyerang mengendalikan botnet tersebut melalui sistem terpusat dan memberikan instruksi agar seluruh perangkat mengirimkan permintaan ke satu target tertentu.
 
3. Permintaan dikirim secara bersamaan dalam jumlah masif hingga melampaui kapasitas server target.
 
4. Lalu lintas palsu ini menumpuk dan menghabiskan sumber daya server seperti bandwidth, CPU, dan memori.
 
5. Ketika server tidak mampu lagi menampung beban tersebut, website menjadi sangat lambat atau tidak dapat diakses sama sekali oleh pengguna.
 
Jenis serangan DDoS terbagi menjadi beberapa bentuk, di antaranya:
  • Volumetric attacks: membanjiri jaringan dengan trafik besar (contohnya UDP flood, DNS amplification).
  • Protocol attacks: mengeksploitasi kelemahan protokol jaringan (misalnya SYN flood, Ping of Death).
  • Application layer attacks (L7): menargetkan permintaan web di lapisan aplikasi seperti HTTP GET/POST flood.
  • Low-and-slow attacks: serangan yang mengirim trafik lambat namun terus-menerus, sulit dibedakan dari trafik sah.

Baca Juga: Dewaweb Manfaatkan Proteksi Anti DDoS Terbaik untuk Website di Indonesia

Dampak Serangan DDoS pada Website 
  • Gangguan layanan atau downtime: Pengguna tidak bisa mengakses situs atau aplikasi, menyebabkan hilangnya kepercayaan publik.
  • Kehilangan pendapatan: Bisnis online seperti e-commerce atau layanan digital mengalami penurunan transaksi selama serangan berlangsung.
  • Kerusakan reputasi: Kepercayaan pelanggan dapat menurun karena website dianggap tidak aman atau tidak stabil.
  • Beban biaya tambahan: Perusahaan harus mengeluarkan biaya besar untuk mitigasi, pemulihan, dan peningkatan sistem keamanan.
  • Pengalihan perhatian (distraction attack): Serangan DDoS sering digunakan sebagai pengalih agar peretas bisa menyusup melakukan pencurian data.
  • Kerugian jangka panjang: Menurunnya performa website dan hilangnya pelanggan loyal akibat ketidakstabilan layanan.
Meningkatkan keamanan jaringan, menggunakan layanan perlindungan DDoS, serta memantau lalu lintas website secara rutin menjadi langkah penting dalam menghadapi ancaman ini.
 
Di dunia yang semakin terkoneksi, menjaga stabilitas website berarti menjaga kepercayaan dan keberlangsungan bisnis di era digital.
 
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R