Akurat Logo

China Luncurkan Visa K untuk Tarik Talenta Teknologi Asing

Petrus C. Vianney | 4 Oktober 2025, 09:54 WIB
China Luncurkan Visa K untuk Tarik Talenta Teknologi Asing

 

AKURAT.CO China resmi memperkenalkan program Visa K yang menyasar lulusan muda di bidang sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM). Kebijakan ini hadir ketika Amerika Serikat menaikkan biaya visa kerja H-1B hingga 100.000 dolar per tahun.

Kebijakan tersebut dipandang sebagai strategi Beijing untuk memperkuat daya tariknya di tengah persaingan global dengan Washington. Dengan adanya program ini, China ingin menunjukkan bahwa negaranya terbuka bagi investasi dan tenaga kerja asing.

Visa K memberikan keistimewaan karena tidak membutuhkan sponsor perusahaan atau tawaran pekerjaan terlebih dahulu. Hal ini berbeda dengan H-1B yang kuotanya terbatas dan mewajibkan dukungan dari pemberi kerja.

Banyak pakar menilai kebijakan baru ini bisa menjadi peluang besar bagi profesional STEM, terutama dari India yang selama ini mendominasi penerima H-1B. Fleksibilitas Visa K disebut lebih sesuai dengan kebutuhan generasi muda pencari kerja global.

Dikutip dari Reuters, Jumat (3/10/2025), meski menawarkan keuntungan, sejumlah hal masih belum jelas dalam program ini. Persyaratan mengenai usia, pengalaman, hingga detail fasilitas kerja belum diuraikan secara transparan.

Selain itu, hambatan bahasa menjadi tantangan besar bagi pekerja asing di China. Sebagian besar perusahaan teknologi masih menggunakan bahasa Mandarin sebagai bahasa utama operasional.

Ketegangan politik antara India dan China juga diprediksi memengaruhi minat pelamar. Para analis menilai Beijing perlu memberikan jaminan kenyamanan agar pekerja asing merasa diterima.

Meski penuh tantangan, Visa K tetap dianggap langkah strategis dalam perebutan talenta global. Jika mampu menarik sebagian kecil tenaga ahli internasional, China berpotensi memperkuat posisinya di teknologi mutakhir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.