Akurat Logo

Teleskop MeerKAT Pastikan 31/ATLAS Komet Antarbintang, Bukan Sinyal Teknologi Asing

Petrus C. Vianney | 25 Desember 2025, 14:20 WIB
Teleskop MeerKAT Pastikan 31/ATLAS Komet Antarbintang, Bukan Sinyal Teknologi Asing

AKURAT.CO Teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan memastikan objek antarbintang 3I/ATLAS merupakan komet alami. Hasil ini juga menegaskan tidak adanya sinyal yang berasal dari teknologi buatan.

Kesimpulan tersebut didapat setelah serangkaian pengamatan radio intensif. Observasi dilakukan oleh tim peneliti internasional sepanjang September hingga November 2025.

3I/ATLAS pertama kali terdeteksi pada 1 Juli 2025 oleh sistem ATLAS. Objek ini tercatat sebagai pengunjung antarbintang ketiga yang diketahui melintasi Tata Surya.

Asal-usulnya dari luar sistem bintang memicu berbagai spekulasi. Salah satunya adalah dugaan keterkaitan dengan teknologi makhluk cerdas, meski indikasi awal mengarah pada komet.

Untuk memastikan sifatnya, peneliti dari Universitas Cape Town, SARAO, Universitas Rhodes dan KTH Swedia memanfaatkan sensitivitas tinggi MeerKAT. Pengamatan difokuskan pada emisi radio hidroksil atau OH yang menjadi ciri khas komet.

Setelah dua observasi awal belum membuahkan hasil, penyerapan hidroksil akhirnya terdeteksi pada 24 Oktober 2025. Deteksi lanjutan pada November menunjukkan pola yang konsisten dengan perilaku komet alami.

"Mendeteksi sinyal hidroksil adalah konfirmasi penting bahwa 3I/ATLAS berperilaku seperti komet," ujar Profesor Mykola Ivchenko dari KTH Swedia, dikutip dari Astrobiology, Kamis (25/12/2025).

Pada waktu yang sama, instrumen BLUSE dari proyek Breakthrough Listen menganalisis data pengamatan. Analisis ini bertujuan mendeteksi kemungkinan sinyal radio buatan atau tanda tangan teknologi.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya sinyal pita sempit pada rentang frekuensi 900-1670 MHz. Batas daya yang terukur bahkan lebih rendah dibandingkan emisi ponsel.

Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menegaskan bahwa 3I/ATLAS merupakan komet antarbintang alami tanpa indikasi teknologi. Kepala ilmuwan SARAO, Fernando Camilo, menilai hasil ini penting untuk memahami objek langka yang berasal dari sistem bintang lain.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.