TikTok Luncurkan Program Change Makers 2025, Kreator Indonesia Ikut Terpilih

AKURAT.CO TikTok meluncurkan kembali program Change Makers 2025, inisiatif global untuk mendukung kreator dengan misi sosial. Tahun ini, 50 kreator dari berbagai negara termasuk Indonesia akan mendapat pelatihan, sumber daya dan peluang memperluas dampak mereka.
"Kami sangat bangga dengan para Change Makers 2025 yang terus mendorong percakapan bermakna, baik di TikTok maupun di luar platform," ujar Kim Farrell selaku Global Head of Creators di TikTok, dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (1/10/2025).
Tiga kreator asal Indonesia berhasil masuk dalam daftar tahun ini. Jerhemy Owen Wijaya (@jerhemynemoo), lulusan Teknologi Lingkungan dan Energi Terbarukan dari Belanda, aktif berbagi konten seputar pengelolaan limbah dan energi hijau.
Melalui kampanye #WeNanamPohon, ia bersama komunitas berhasil menyalurkan 10.000 bibit pohon. Bibit tersebut ditanam di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari gerakan lingkungan.
Kreator lain, Fransiska Priscillia Christie (@christiebasil), adalah desainer gaun pengantin yang menuangkan kisah cinta pengantin dalam karyanya. Ia pernah mencetak rekor MURI lewat peragaan busana Hari Kemerdekaan bersama 77 kreator TikTok dan mewakili Asia di KTT APEC di Peru.
Sementara itu, Dennis Guido (@naktekpang) memanfaatkan TikTok untuk berbagi konten sains dan teknologi pangan kepada lebih dari 2,6 juta pengikut. Selain edukasi daring, ia juga berkolaborasi dengan komunitas pedesaan dalam pengembangan pangan lokal yang berkelanjutan.
Tahun lalu, program ini mendapat sambutan positif dengan tagar #TikTokforGood yang mencatat lebih dari 7.000 unggahan. TikTok menilai capaian tersebut sebagai bukti kuat bahwa komunitas mampu mendorong aksi nyata.
Selain menjalankan program Change Makers, TikTok merilis fitur baru untuk amplifikasi penggalangan dana. Fitur ini memberi ruang bagi kreator dan pengikut untuk menambahkan tautan atau stiker donasi agar kampanye menjangkau audiens lebih luas.
"Fitur ini memudahkan pengguna untuk memanfaatkan kekuatan komunitas mereka demi mewujudkan dampak positif dengan cara yang autentik dan menarik," kata Tunde Wackman selaku WCK Chief Development Officer.
Fitur donasi tersebut kini tersedia di sejumlah negara. Harapannya dapat memperkuat solidaritas komunitas dalam mendukung gerakan sosial dan amal di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







