Pakar Kaspersky Ingatkan Bahaya Regulasi AI yang Tergesa-gesa di Indonesia

AKURAT.CO Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang pesat membuat Indonesia mulai bersiap mengatur teknologi ini. Namun, muncul pertanyaan besar: apakah regulasi bisa dilakukan tanpa menimbulkan risiko baru?
Sergey Lozhkin, Kepala Tim Riset & Analisis Global untuk META dan APAC di Kaspersky, menilai langkah tergesa-gesa justru berbahaya. Ia menekankan bahwa regulasi tanpa persiapan matang dapat menimbulkan risiko baru.
"Kesalahan terbesar yang biasa terjadi adalah keinginan pemerintah untuk segera mengatur tanpa benar-benar memahami apa yang sedang diatur," ujarnya dalam wawancara eksklusif di Da Nang, Vietnam, Selasa (5/8/2025).
Baca Juga: Studi: Chatbot AI Meta di Instagram dan Facebook Bisa Dorong Remaja ke Perilaku Berbahaya
Menurutnya, AI bisa membawa manfaat sekaligus bahaya tergantung siapa yang menggunakannya. Ancamannya meliputi penyalahgunaan politik, risiko AI supercanggih dan sistem bantuan sosial yang bias.
"AI bisa jadi alat tekanan politik jika tak diatur dengan cermat. Ini harus dicegah sejak dini," tegas Lozhkin.
Ia menekankan bahwa regulasi AI sebaiknya dilakukan dengan riset mendalam dan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah, pengembang teknologi, akademisi dan perusahaan keamanan siber perlu terlibat bersama.
"Bukan cuma perusahaan swasta, tapi juga para ilmuwan dan peneliti yang betul-betul paham teknologi ini. Pemerintah tidak boleh jalan sendiri," jelasnya.
Lozhkin menambahkan, kerja sama sangat penting karena keamanan siber tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis. Menurutnya, faktor sosial dan politik juga harus menjadi pertimbangan dalam penyusunan regulasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









