Akurat

Vietjet Perkuat Transformasi Hijau dan Posisi Regional di Industri Penerbangan

Leo Farhan | 25 Agustus 2025, 19:27 WIB
Vietjet Perkuat Transformasi Hijau dan Posisi Regional di Industri Penerbangan

AKURAT.CO Agustus menjadi bulan penting bagi Vietjet dengan tiga pencapaian besar yang menegaskan posisinya sebagai maskapai pionir di Asia sekaligus mitra tepercaya bagi wisatawan global, termasuk Indonesia.

Maskapai asal Vietnam ini meresmikan pembangunan Pusat Perawatan dan Rekayasa Pesawat modern di Bandara Internasional Long Thanh, menjadi maskapai pertama di Vietnam yang mengoperasikan penerbangan dengan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (Sustainable Aviation Fuel/SAF) hasil produksi dalam negeri, serta kembali meraih penghargaan “Best Workplace in Asia” dari HR Asia untuk kelima kalinya secara berturut-turut. 

Sebagai bagian dari 80 inisiatif strategis memperingati HUT ke-80 Hari Nasional Vietnam, Vietjet memulai pembangunan pusat perawatan senilai hampir USD 100 juta di Bandara Internasional Long Thanh.

Fasilitas ini mencakup Hanggar 3 dan 4 dengan kapasitas hingga 10 pesawat sekaligus, didukung infrastruktur modern berstandar internasional. Selain memperkuat ekspansi armada Vietjet, hub ini juga mendukung maskapai domestik maupun internasional, sekaligus menjadikan Vietnam pusat penerbangan kawasan.

Dorong Penerbangan Ramah Lingkungan dengan SAF

Melalui kerja sama dengan Petrolimex Aviation, Vietjet menerima 1.200 meter kubik SAF yang diproduksi dalam negeri sesuai standar internasional ISCC Uni Eropa. Langkah ini melanjutkan penerbangan perdana Vietjet dengan SAF pada Oktober 2024 serta mempertegas komitmen maskapai dalam mendukung target nol karbon global tahun 2050.

Wakil Presiden Tetap Vietjet, To Viet Thang, menegaskan erjanjian antara Vietjet dan Petrolimex Aviation semakin menggarisbawahi komitmen terhadap pembangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. "Melalui ekspansi armada yang terdiri dari ratusan pesawat modern, Vietjet berkomitmen meningkatkan penggunaan SAF demi mendorong transisi hijau di Vietnam dan dunia.”

Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam, Uong Viet Dung, menambahkan pemanfaatan SAF yang dicampur di dalam negeri memiliki nilai strategis karena mampu membuka jalan bagi rantai pasokan domestik yang berkelanjutan sekaligus memenuhi tuntutan pasar internasional. "Inisiatif ini juga memperkuat sinergi antara maskapai, penyedia bahan bakar, regulator, dan lembaga keuangan dalam memperluas penggunaan SAF di Vietnam.”

SAF sendiri diproduksi dari bahan baku terbarukan seperti minyak jelantah, limbah pertanian, biomassa kayu, hingga sampah perkotaan. Penggunaannya mampu menekan emisi karbon hingga 80% dibanding bahan bakar jet konvensional.

Selain fokus pada infrastruktur dan keberlanjutan, Vietjet juga kembali dinobatkan sebagai salah satu “Best Workplace in Asia” oleh HR Asia 2025. Dengan lebih dari 9.000 tenaga kerja dari 60 negara, Vietjet terus berinvestasi pada pengembangan karyawan melalui layanan kesehatan, program profesional, hingga dukungan keluarga.

Akademi Penerbangan Vietjet juga menghadirkan pelatihan berstandar internasional bersama pakar global, sementara fasilitas kerja modern dirancang untuk mendorong kolaborasi dan kreativitas.

Kini, dengan jaringan lebih dari 145 rute di Asia Pasifik, termasuk penerbangan langsung Jakarta–Hanoi, Jakarta–Ho Chi Minh City, serta Bali–Ho Chi Minh City, Vietjet semakin memperkuat perannya sebagai penghubung utama wisatawan Indonesia ke berbagai destinasi populer di kawasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.