Akurat

Cina Bangun Turbin Angin Terapung Raksasa, Pecahkan Rekor Energi Terbarukan

Petrus C. Vianney | 17 Agustus 2025, 22:11 WIB
Cina Bangun Turbin Angin Terapung Raksasa, Pecahkan Rekor Energi Terbarukan

AKURAT.CO Cina berhasil menciptakan turbin angin terapung baru yang diklaim mampu memecahkan rekor dalam pembangkit listrik tenaga angin. Inovasi ini diyakini bisa membuka babak baru dalam pengembangan energi bersih dunia.

Turbin ini dikembangkan oleh dua perusahaan energi milik negara, yakni China Huaneng Group dan Dongfang Electric Corporation. Keduanya merancang turbin berkapasitas 17 megawatt (MW), setara dengan produksi listrik 68 juta kilowatt jam (kWh) per tahun.

Kapasitas tersebut cukup untuk menyuplai kebutuhan sekitar 6.300 rumah tangga di Amerika Serikat, menurut data Administrasi Energi AS. Tingginya mencapai 152 meter dengan bilah raksasa berdiameter 262 meter.

Setiap putaran penuh bilah turbin mampu menyapu area seluas 53.000 meter persegi, hampir sebanding dengan delapan lapangan sepak bola. Desain besar ini bertujuan mengurangi jumlah turbin yang harus dipasang di setiap ladang angin.

Dengan lebih sedikit turbin, biaya pembangunan bisa ditekan dan waktu untuk mulai menghasilkan listrik jadi lebih cepat. Hal ini diharapkan mendorong adopsi energi angin secara lebih luas.

China Huaneng Group juga menegaskan turbin ini dirancang tahan terhadap kondisi laut ekstrem. Turbin mampu menghadapi gelombang setinggi 24 meter dan angin topan dengan kecepatan lebih dari 73 mil per jam.

Dikutip dari Live Science, Minggu (17/8/2025), uji coba pertama akan dilakukan di perairan Yangjiang, Cina, dalam beberapa bulan mendatang. Jika berhasil, teknologi ini bisa menjadi terobosan besar bagi energi terbarukan global.

Meski pembangunan ladang angin lepas pantai relatif lebih mahal, keuntungan terbesar ada pada paparan angin yang lebih stabil dan kuat. Hal ini membuat produksi listrik lebih konsisten dibanding turbin di daratan.

Selama ini, sebagian besar turbin lepas pantai masih menggunakan fondasi tetap di dasar laut. Namun, metode ini hanya efektif di perairan dangkal, sementara sebagian besar laut dunia jauh lebih dalam.

Dengan hadirnya teknologi turbin terapung, negara-negara dengan perairan dalam seperti Jepang kini bisa memanfaatkannya. Jepang bahkan menargetkan 30-45 GW energi angin pada 2040, dengan turbin terapung menjadi kunci utama pencapaiannya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.