Penggunaan AI di Dunia Kerja Meningkat 154 Persen dalam Tugas Kreatif

AKURAT.CO Berdasarkan riset Salesforce, penggunaan AI untuk tugas kreatif dan strategis meningkat 154% secara global, jauh lebih tinggi dibanding adopsi AI dasar sebelumnya.
Sekitar 96% pekerja kini menggunakan AI untuk menyelesaikan tugas yang sebelumnya mereka tak punya keahlian untuk melakukannya.
Ini menunjukkan AI bukan sekadar alat otomasi rutin, melainkan sekarang mendukung pengambilan keputusan, perencanaan, dan kerja kolaboratif yang kompleks.
Dilansir oleh TechRadar, ini sebagai transformasi signifikan dalam lanskap pekerjaan, dimana AI kini memperluas kemampuan manusianya.
Daya adaptasi ini tak lepas dari meningkatnya kualitas model AI dan integrasinya dengan aplikasi produktivitas modern.
Namun, penggunaan massal AI juga menimbulkan tantangan baru, yakni menjaga etika, akurasi, dan keamanan dalam output kreatif.
Organisasi perlu mempersiapkan kebijakan internal yang mengatur batas penggunaan AI demi hasil yang optimal dan berintegritas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







