Akurat

NASA dan JAXA Siap Luncurkan Misi Crew-11 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

Petrus C. Vianney | 13 Juli 2025, 20:30 WIB
NASA dan JAXA Siap Luncurkan Misi Crew-11 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional

AKURAT.CO NASA akan meluncurkan misi Crew-11 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 31 Juli 2025 di Kennedy Space Center, Florida. Misi ini menjadi bagian penting dari kolaborasi internasional di bidang eksplorasi luar angkasa.

Misi ini akan membawa empat astronot Zena Cardman dan Mike Fincke dari NASA, Kimiya Yui dari JAXA, serta Oleg Platonov dari Roscosmos. Mereka akan terbang ke ISS menggunakan kapsul Crew Dragon Endeavour buatan SpaceX.

Bagi Zena Cardman, ini adalah penerbangan pertamanya ke luar angkasa. Sebelumnya, ia dijadwalkan ikut misi Crew-9 namun digantikan demi memberi ruang bagi misi pemulangan kru Starliner.

Meskipun peluncurannya sempat tertunda, Cardman tetap memberikan dukungan penuh kepada tim. Kini ia fokus menjalani pelatihan bersama kru barunya.

"Ini bukan hanya tentang sisi teknis dari hal-hal atau mempelajari prosedur atau mempelajari sistem, ini tentang bagaimana Anda bekerja sama sebagai sebuah tim," ujar Cardman, dikutip dari laman resmi NASA, Minggu (13/7/2025).

Mike Fincke yang awalnya dijadwalkan terbang dengan kapsul Starliner kini harus menjalani pelatihan ulang. Ia beradaptasi kembali untuk mengoperasikan kapsul Crew Dragon.

Ia berpengalaman dalam berbagai misi luar angkasa, termasuk STS-134 dengan pesawat ulang-alik Endeavour. Kini, ia akan kembali terbang menggunakan kapsul Dragon Endeavour.

"Misi pertama saya ada dua orang, misi kedua ada tiga dari kami pada satu waktu, dan sekarang kami akan memiliki tujuh orang kru,"'kata Fincke.

Sementara itu, Kimiya Yui dari JAXA akan menjalani penerbangan keduanya. Ia sebelumnya terbang menggunakan Soyuz Rusia pada 2015.

Menurut Yui, pelatihan di Amerika Serikat dan Rusia sangat berbeda. Jika pelatihan di Rusia lebih teknis dan berbasis teori, pelatihan NASA cenderung praktis dan langsung ke penggunaan alat.

Yui berharap ISS bisa menjadi contoh nyata kerja sama internasional yang mendukung perdamaian dunia. Ia juga bertekad membuktikan kemampuannya melalui riset bersama astronot JAXA, Takuya Onishi.

"Dia benar-benar menetapkan rintangan yang sangat tinggi untuk saya, jadi saya hanya ingin bekerja sangat keras untuk mengatasi kemampuannya, dengan begitu tim lapangan akan terkesan dengan saya," pungkasnya.

Fincke menekankan pentingnya keberlanjutan setelah ISS pensiun pada 2030. Menurutnya, stasiun luar angkasa komersial harus siap lebih dulu agar tidak terjadi kekosongan misi di orbit rendah Bumi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.