CEO OpenAI Sam Altman Kaget Banyak Orang Terlalu Percaya pada ChatGPT

AKURAT.CO CEO OpenAI, Sam Altman, terkejut banyak orang begitu percaya pada ChatGPT. Padahal, ia mengakui kecerdasan buatan (AI) seperti ini masih bisa berhalusinasi dan memberi informasi yang keliru.
Dalam podcast OpenAI yang tayang awal bulan ini, Altman menekankan bahwa AI bukanlah teknologi yang seharusnya dipercaya sepenuhnya. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan dan tanggung jawab manusia dalam penggunaannya.
"Orang-orang sangat percaya pada ChatGPT, yang menarik, karena AI berhalusinasi. Seharusnya teknologi itulah yang tidak terlalu kita percayai," ujarnya dengan nada datar, dikutip Sabtu (12/7/2025).
Altman berbagi pengalaman pribadinya saat menjadi orang tua baru. Ia mengakui terlalu bergantung pada ChatGPT untuk membantu mengambil keputusan seputar pengasuhan anak.
Mulai dari jadwal tidur siang hingga cara menangani ruam popok, AI menjadi asisten digitalnya. Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua saran dari AI benar dan pengguna perlu tetap waspada.
Menurut Altman, masyarakat perlu membangun 'pagar pembatas' agar tetap mengendalikan penggunaan AI. Kepercayaan berlebihan tanpa memahami batasan teknologi bisa berbahaya.
Meskipun AI bisa sangat membantu dalam berbagai situasi, Altman mengingatkan bahwa jawabannya sebaiknya dijadikan referensi, bukan keputusan akhir. Apalagi, hanya karena AI terdengar meyakinkan bukan berarti ia selalu benar.
Pakar etika AI dari Universitas Toronto, Dr. Melissa Tran, mendukung peringatan ini. Ia menjelaskan bahwa AI sering terdengar seperti manusia yang percaya diri, sehingga mudah membuat orang tertipu dan mengira jawabannya selalu benar.
"Ia berbicara seperti manusia yang percaya diri. Hal itu saja membuat orang merasa ia tahu apa yang ia bicarakan, meskipun sebenarnya tidak," kata Dr. Melissa.
Dengan peringatan langsung dari CEO OpenAI ini, pengguna diharapkan bisa lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi AI, termasuk ChatGPT. Keandalan AI harus tetap diuji, dan manusia tetap harus menjadi pengambil keputusan utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









