Akurat

Rayakan Hari Rock Internasional, Begini Cara Teknologi Mengubah Dunia Musik Rock

Petrus C. Vianney | 13 Juli 2025, 18:36 WIB
Rayakan Hari Rock Internasional, Begini Cara Teknologi Mengubah Dunia Musik Rock

 

AKURAT.CO Setiap tanggal 13 Juli, para penggemar musik di seluruh dunia memperingati Hari Rock Internasional. Momen ini selaras dengan bagaimana teknologi terus membentuk dunia musik rock.

Meski tak sepopuler perayaan musik lain, Hari Rock tetap jadi momen penting untuk mengenang perjalanan musik rock. Salah satu pendorong utamanya adalah perkembangan teknologi.

Dari Amplifier Analog ke Gitar Digital

Dikutip dari Line6, Minggu (13/7/2025), musik rock tidak akan bisa lepas dari gitar listrik. Sejak awal kemunculannya di era 1950-an, teknologi amplifier dan efek suara terus berkembang.

Gitaris Jimi Hendrix dan Jimmy Page dulu mengandalkan pedal analog untuk menciptakan suara khas. Kini, musisi bisa memakai pedal digital atau software seperti Line 6 Helix dan BIAS FX dengan ratusan efek dalam satu perangkat.

Studio Rekaman Jadi Digital

Dulu, rekaman musik rock memerlukan studio besar dan perangkat analog yang rumit. Kini, dengan Digital Audio Workstation (DAW) seperti Pro Tools atau Ableton Live, band indie bisa merekam musik berkualitas hanya bermodal laptop dan audio interface.

Teknologi DAW tak hanya mempermudah produksi, tapi juga mendorong eksperimen. Musisi bisa menciptakan suara baru, mengedit vokal dan mencampur instrumen tanpa batasan studio fisik.

Streaming dan AI Mengubah Cara Orang Mendengar Rock

Di era digital, layanan streaming seperti Spotify, Apple Music dan YouTube Music mengubah cara orang mengakses musik rock. Tidak lagi harus membeli album fisik, pendengar kini tinggal klik dan dengarkan di mana saja.

Bahkan, algoritma personalisasi kini dapat merekomendasikan lagu-lagu rock. Rekomendasi ini disesuaikan dengan selera dan kebiasaan mendengarkan pengguna, sebagaimana dikutip dari Spotify.

Lebih dari itu, teknologi AI kini mampu menciptakan musik rock secara otomatis. Platform seperti Aiva dan Amper Music sudah menghasilkan komposisi rock buatan AI, meski sentuhan manusia tetap tak tergantikan.

Konser Rock Kini Serba Digital

Pandemi COVID-19 membuat banyak konser beralih ke format digital. Band rock seperti Metallica dan Foo Fighters pun menggelar konser streaming dengan teknologi kamera 360 derajat, audio spatial dan augmented reality (AR).

Dikutip dari Rolling Stone, kini, banyak konser rock memanfaatkan visualisasi LED interaktif, suara 3D dan pencahayaan otomatis berbasis AI. Hal ini membuat pengalaman menonton jadi lebih imersif dan futuristik.

Teknologi telah mengubah cara musik rock diciptakan dan dinikmati. Hari Rock Internasional jadi momen untuk merayakan relevansi genre ini di era digital.

Selamat Hari Rock Internasional!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.