Perjalanan Karir dan Profil Dian Siswarini, CEO Wanita Pertama XL Axiata yang Kini Jadi Dirut Telkom

AKURAT.CO Dian Siswarini adalah sosok penting di industri telekomunikasi Indonesia dengan perjalanan karir yang menginspirasi.
Dian Siswarini diangkat sebagai Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggantikan Ririek Adriansyah yang menjabat sejak Mei 2019.
Penunjukan ini dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 27 Mei 2025, menandai tonggak penting dalam kariernya sebagai pimpinan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.
Profil Dian Siswarini
Ia lahir pada 5 Mei 1968 di Majalengka, Jawa Barat, dan menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), jurusan Teknik Elektro, lulus tahun 1991.
Dengan bekal pendidikan teknik yang kuat, Dian memulai karier profesionalnya dari bawah sebagai supervisor di PT Citra Sari Makmur pada tahun 1991, menegaskan pondasi teknis yang kokoh sejak awal kariernya.
Perjalanan Karir Dian Siswarini
Memasuki dunia telekomunikasi pada awal 1990-an, Dian kemudian bergabung dengan PT Satelindo pada 1994 sebagai radio network design engineer sebelum berlabuh di XL Axiata (dulu PT Excelcom) pada tahun 1996.
Di XL Axiata, Dian meniti karier dengan sangat baik, mulai dari posisi engineering hingga menjadi Vice President Network pada tahun 2005.
Kariernya kian menanjak saat ia menjabat sebagai Direktur Jaringan (Network Services Director) pada 2007 dan kemudian Direktur sekaligus Chief Digital Services Officer sejak 2011.
Dian juga mengembangkan bisnis digital dengan berbagai layanan inovatif seperti Elevania, AdReach, XL Tunai, serta layanan cloud dan data center.
Pada periode 2014-2015, Dian menjabat Wakil Direktur sebelum resmi diangkat menjadi Presiden Direktur sekaligus CEO XL Axiata pada April 2015, menjadi CEO perempuan pertama di industri telekomunikasi Indonesia yang memimpin salah satu operator seluler terbesar di Tanah Air.
Ia mengemudikan perusahaan hingga mengundurkan diri pada Desember 2024, di tengah proses merger XL Axiata dengan Smartfren menjadi XLSmart.
Dalam masa kepemimpinannya, Dian dikenal mampu memimpin transformasi digital, inovasi produk, serta pemberdayaan perempuan di perusahaan.
Selain prestasinya di dunia bisnis, Dian memiliki konsen khusus dalam pemberdayaan perempuan, termasuk program “Sisternet” yang dijalankan bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA).
Program ini telah melatih lebih dari satu juta perempuan di berbagai daerah di Indonesia hingga awal 2025.
Berkat dedikasinya, posisi manajerial yang diisi oleh perempuan di XL Axiata mencapai sekitar 33 persen, melampaui rata-rata industri teknologi di Indonesia.
Dian tidak hanya mengandalkan pengalaman teknis dan manajerial, tetapi juga menambah wawasan lewat program eksekutif bergengsi.
Pada tahun 2013, ia menyelesaikan Advanced Management Program di Harvard Business School, Amerika Serikat.
Prestasi dan kepemimpinannya mengantarkannya masuk dalam daftar "Asia’s Power Businesswomen" versi Forbes Asia pada 2019 serta "99 Most Inspiring Women in Indonesia" oleh majalah GlobeAsia pada 2019.
Memasuki tahun 2025, Dian Siswarini diangkat sebagai Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggantikan Ririek Adriansyah yang menjabat sejak Mei 2019.
Penunjukan ini dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 27 Mei 2025, menandai tonggak penting dalam kariernya sebagai pimpinan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia.
Dian membawa pengalaman lebih dari 30 tahun di industri telekomunikasi, termasuk 10 tahun sebagai CEO XL Axiata, ke posisi baru ini. Selain itu, ia juga aktif sebagai Co-Chair W20 Indonesia dan diakui sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di industri telekomunikasi Tanah Air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





