Departemen Kehakiman AS Menuntut 16 Warga Rusia Terkait Operasi Malware DanaBot

AKURAT.CO Departemen Kehakiman Amerika Serikat telah mengajukan tuntutan terhadap 16 warga negara Rusia yang diduga terlibat dalam operasi malware canggih bernama DanaBot.
Malware ini telah digunakan secara global untuk kejahatan dunia maya, spionase, dan serangan selama masa perang.
Dilansir dari WIRED, Jumat (23/5/2025) DanaBot yang awalnya dikembangkan pada tahun 2018 sebagai trojan perbankan, telah berkembang menjadi alat multifungsi yang memungkinkan pencurian kartu kredit, penipuan mata uang kripto, serangan ransomware, dan spionase terhadap target militer serta pemerintahan yang sensitif.
Malware ini telah menginfeksi lebih dari 300.000 sistem di berbagai negara, termasuk AS, Kanada, Eropa, dan Australia. Para terdakwa, termasuk Aleksandr Stepanov dan Artem Kalinkin dari Novosibirsk, serta lainnya yang diidentifikasi dengan nama atau alias, diduga menjual akses ke DanaBot kepada peretas lain melalui model afiliasi dengan biaya bulanan antara $3.000 hingga $4.000.
Yang membedakan DanaBot adalah penggunaannya dalam spionase yang didukung negara, termasuk kampanye phishing yang menyamar sebagai organisasi sah dan serangan terhadap institusi pertahanan Ukraina selama invasi Rusia.
Investigasi berhasil mengidentifikasi para tersangka sebagian karena beberapa individu secara tidak sengaja menginfeksi sistem mereka sendiri.
Kasus ini merupakan bukti publik yang jarang terjadi mengenai alat kejahatan dunia maya yang digunakan dalam spionase yang disponsori negara, menandai tonggak penting dalam upaya AS untuk menumpas jaringan kejahatan dunia maya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









