Ancaman Larangan Monopoli Google Bisa Bikin Firefox Gulung Tikar

AKURAT.CO Kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memecah dominasi Google di pasar mesin pencari bisa berdampak buruk bagi Mozilla. Organisasi nirlaba ini mengandalkan pendapatan besar dari kerja sama dengan Google agar Firefox tetap hidup.
Departemen Kehakiman AS sebelumnya menyatakan praktik bisnis Google sebagai monopoli ilegal. Kini, mereka mengusulkan agar Google dilarang membayar agar tetap menjadi mesin pencari utama di browser lain, termasuk Firefox.
Masalahnya, Mozilla sangat bergantung pada kesepakatan ini. Sekitar 85 persen pendapatan Mozilla berasal dari kontrak dengan Google.
Jika kerja sama itu dihentikan, Mozilla terancam kehilangan sebagian besar pemasukannya. Hal ini dapat memaksa perusahaan melakukan pemangkasan besar, menurut CFO Mozilla, Eric Muhlheim.
"Pemotongan signifikan di seluruh perusahaan," ujarnya, dikutip dari PCWorld, Jumat (9/5/2025).
Jika pengembangan Firefox terganggu, pengguna bisa berpaling ke browser lain. Ini bisa membuat Firefox kehilangan pangsa pasar dan akhirnya berhenti beroperasi.
Padahal, Firefox adalah satu-satunya browser besar yang tidak dimiliki raksasa teknologi. Sebagai langkah antisipasi, Mozilla mulai berdiskusi dengan mesin pencari lain seperti Bing dari Microsoft.
Namun, belum tentu perusahaan lain mampu memberikan nilai kerja sama sebesar Google. Mozilla juga pernah mencoba mengganti mesin pencari default sebelumnya, tetapi justru mendapat protes dari pengguna.
Ironisnya, jika Firefox hilang, dominasi Google justru bisa semakin kuat. Hanya akan tersisa dua mesin browser utama, yaitu Blink milik Google dan WebKit milik Apple.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








