OpenAI Tertarik Beli Chrome Jika Google Dipaksa Menjual

AKURAT.CO OpenAI menyatakan tertarik membeli peramban Chrome jika Google diwajibkan menjualnya. Pernyataan ini muncul dalam sidang lanjutan gugatan antimonopoli Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) terhadap Google.
Dalam sidang, Nick Turley, kepala produk ChatGPT dari OpenAI, mengungkapkan bahwa perusahaannya siap mengakuisisi Chrome. Hal ini akan dilakukan jika Google benar-benar diwajibkan untuk melepas peramban tersebut.
Ini merupakan upaya pemerintah AS untuk membatasi dominasi Google di pencarian online, setelah hakim memutuskan bahwa Google terbukti memonopoli. Google pun berencana mengajukan banding atas putusan tersebut.
Turley mengungkap bahwa OpenAI sempat menghubungi Google tahun lalu. Tujuannya adalah untuk menjajaki kerja sama agar ChatGPT bisa menggunakan teknologi pencarian Google.
Namun, Google menolak tawaran tersebut. Saat ini, ChatGPT masih mengandalkan Bing untuk hasil pencarian, meski Turley mengakui ada kendala kualitas dari mitra yang disebut sebagai 'Penyedia No. 1'.
"Kami percaya memiliki banyak mitra, dan khususnya API Google, akan memungkinkan kami untuk menyediakan produk yang lebih baik kepada pengguna," ujar OpenAI, dikutip dari Reuters, Kamis (24/4/2025).
Selain itu, OpenAI juga tengah mengembangkan mesin pencarinya sendiri. Target awalnya adalah agar 80 persen pencarian ChatGPT menggunakan sistem tersebut pada akhir 2025.
Namun, menurut Turley, pencapaian itu kemungkinan akan memerlukan waktu lebih lama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









