Trump dan CEO Nvidia Bahas DeepSeek dan Pembatasan Ekspor Chip AI

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, bertemu dengan CEO Nvidia, Jensen Huang, di Gedung Putih pada Jumat (31/1/2025).
Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas DeepSeek yang tengah menarik perhatian dunia teknologi, serta kemungkinan pengetatan ekspor chip AI ke Tiongkok. Trump tidak mengungkapkan detail pertemuan, tetapi menyebut Huang sebagai sosok yang 'terhormat'.
"Kami mengadakan pertemuan. Itu adalah pertemuan yang bagus," kata Trump tanpa memberikan rincian lebih lanjut, dikutip dari Reuters, Senin (3/2/2025).
Pertemuan ini terjadi di tengah rencana pemerintah AS untuk memperketat ekspor chip AI musim semi ini. Hal tersebut bertujuan menjaga dominasi teknologi Amerika dan sekutunya, sekaligus membatasi akses China terhadap chip berdaya komputasi tinggi.
"Kami menghargai kesempatan untuk bertemu dengan Presiden Trump dan membahas kebijakan semikonduktor dan AI," ujar juru bicara Nvidia.
Huang dan Trump disebut membahas strategi untuk memperkuat kepemimpinan AS di sektor teknologi dan AI.
Kemunculan DeepSeek telah menimbulkan kekhawatiran di AS, terutama karena perusahaan ini berhasil meluncurkan asisten AI yang lebih efisien dan berbiaya rendah dibandingkan model buatan AS.
Dalam waktu singkat, DeepSeek menjadi aplikasi paling banyak diunduh di Apple App Store, memicu kepanikan di pasar teknologi yang menyebabkan nilai saham perusahaan-perusahaan AS, termasuk Nvidia, anjlok hingga $1 triliun (sekitar Rp16 triliun).
Pemerintahan Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk memperketat ekspor chip Nvidia H20 ke Tiongkok, yang sebelumnya dirancang agar tetap sesuai dengan regulasi AS.
Dua anggota parlemen AS juga menyerukan pembatasan lebih lanjut terhadap ekspor chip AI sebagai bagian dari strategi untuk mengatasi perkembangan teknologi China.
Selain itu, Departemen Perdagangan AS kini tengah menyelidiki apakah DeepSeek menggunakan chip buatan AS yang seharusnya dilarang dikirim ke Tiongkok.
Investigasi ini semakin menyoroti ketegangan antara AS dan China dalam persaingan teknologi kecerdasan buatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







