Apa Itu DeepSeek AI yang Lagi Viral? Inilah 4 Fitur Utamanya yang Disebut Jadi Pesaing ChatGPT

AKURAT.CO DeepSeek AI adalah platform kecerdasan buatan (AI) yang sedang viral dan menjadi pesaing serius bagi ChatGPT dari OpenAI.
Dikenalkan oleh perusahaan rintisan asal Hangzhou, China, DeepSeek telah menarik perhatian global berkat kemampuannya dalam memproses dan merespons berbagai konteks bahasa manusia dengan efisien.
Sehubungan dengan itu, berikut asal mula dan beberapa fitur utama DeepSeek AI.
Asal Mula DeepSeek AI
DeepSeek didirikan pada tahun 2023 oleh Liang Wenfeng, seorang lulusan Zhejiang University yang sebelumnya mengelola perusahaan berbasis teknologi keuangan bernama High-Flyer.
Dengan visi untuk menciptakan model AI yang lebih inovatif dan terjangkau, Liang beralih fokus ke pengembangan DeepSeek.
Sejak peluncuran model pertamanya, aplikasi ini telah berhasil meraih popularitas yang signifikan, termasuk menjadi aplikasi gratis paling banyak diunduh di App Store di beberapa negara seperti AS dan Inggris.
Baca Juga: Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy Z Flip 7, Dibekali Chip Exynos 2500?
Fitur Utama DeepSeek AI
1. Chatbot Gratis
DeepSeek menawarkan layanan chatbot yang mirip dengan ChatGPT, memungkinkan pengguna untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban secara instan.
2. Model R1
Model terbaru, DeepSeek R1, diluncurkan pada November 2024 dan diklaim memiliki kemampuan setara dengan model GPT-4 dari OpenAI dalam berbagai tugas seperti matematika dan pengkodean.
3. Open Source
DeepSeek menjadikan kodenya tersedia untuk umum, memungkinkan pengembang untuk memodifikasi dan menggunakan teknologi ini sesuai kebutuhan mereka.
4. Biaya Pengembangan Rendah
Dengan biaya pengembangan sekitar $6 juta, DeepSeek menawarkan solusi AI yang lebih hemat dibandingkan dengan pesaingnya yang menghabiskan hingga $100 juta.
Kepopuleran DeepSeek semakin meningkat setelah berhasil melampaui ChatGPT dalam jumlah unduhan di App Store AS.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pasar AI global kini menghadapi persaingan ketat dari perusahaan-perusahaan non-Amerika, menandakan perubahan dinamika dalam industri teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









