Akurat Logo

Trump Pertimbangkan Perpanjangan 90 Hari untuk TikTok

Petrus C. Vianney | 21 Januari 2025, 20:15 WIB
Trump Pertimbangkan Perpanjangan 90 Hari untuk TikTok

AKURAT.CO Presiden terpilih Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan kemungkinan memberikan perpanjangan 90 hari kepada TikTok untuk menghindari larangan di negara tersebut.

Trump mengatakan keputusan final akan diumumkan pada hari Senin mendatang.

"Saya pikir itu akan menjadi sebuah opsi yang kami lihat. Perpanjangan 90 hari adalah sesuatu yang kemungkinan besar akan dilakukan, karena itu sesuai," ujar Trump, dikutip dari Nbcnews.com, Selasa (21/1/2025).

Langkah ini memberikan waktu tambahan bagi perusahaan induk TikTok, ByteDance, yang berbasis di Tiongkok, untuk menjual operasinya kepada pembeli non-Tiongkok, sesuai dengan undang-undang yang mewajibkan divestasi.

Jika tidak, aplikasi tersebut akan dilarang di AS.

TikTok sebelumnya mengancam akan menghentikan operasinya pada Minggu (19/1/2025) jika tidak ada kejelasan lebih lanjut mengenai dampak hukum.

Namun, Gedung Putih menyebut ancaman tersebut sebagai 'aksi' yang tidak perlu.

"Ini adalah aksi, dan kami melihat tidak ada alasan bagi TikTok atau perusahaan lain untuk mengambil tindakan dalam beberapa hari ke depan sebelum Administrasi Trump menjabat pada hari Senin," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih, Karine Jean-Pierre.

Keputusan ini menandai perubahan sikap Trump, yang sebelumnya mendukung pelarangan TikTok dan WeChat selama masa jabatannya.

Langkah tersebut dipicu oleh kekhawatiran keamanan data dan potensi hubungan ByteDance dengan pemerintah Tiongkok.

Saat ini, nasib TikTok masih belum pasti, meskipun CEO TikTok, Shou Chew, menghadiri pelantikan Trump.

Sementara itu, pengguna TikTok di AS, yang jumlahnya mencapai lebih dari 170 juta orang, menantikan kejelasan terkait masa depan aplikasi favorit mereka.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.