Peretas Rusia Incar Data WhatsApp Terkait Bantuan Ukraina

AKURAT.CO Sebuah kelompok peretasan yang diduga terkait dengan pemerintah Rusia mencoba mencuri data WhatsApp milik karyawan organisasi non-pemerintah (NGO) yang mendukung Ukraina.
Kelompok peretas bernama Star Blizzard diduga memiliki hubungan dengan Layanan Keamanan Federal Rusia (FSB). Mereka mengirim email phishing kepada target, mengarahkan untuk bergabung dalam grup WhatsApp melalui kode QR.
Dikutip dari laman resmi Microsoft, Minggu (19/1/2025), kode tersebut diklaim memberikan informasi terkait inisiatif dukungan untuk Ukraina dalam konflik melawan Rusia. Namun, Microsoft tidak memberikan detail apakah serangan ini berhasil mencuri data.
Serangan ini semakin menguatkan dugaan bahwa Star Blizzard adalah kelompok yang didukung negara. Departemen Kehakiman Amerika Serikat, dengan bantuan Microsoft, telah menutup 180 situs web yang terkait dengan kelompok ini sejak Oktober lalu.
Dikutip dari Gadgets360.com, perwakilan WhatsApp menegaskan bahwa platform mereka melindungi percakapan pribadi dengan enkripsi end-to-end. Pengguna juga diimbau hanya mengklik tautan dari sumber yang terpercaya.
Sebelumnya, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA) mengungkapkan bahwa Star Blizzard 'hampir pasti' terkait dengan FSB Rusia. Kelompok ini dikenal kerap memata-matai politisi, akademisi, serta sektor pertahanan di AS dan Inggris.
Taktik mereka melibatkan penyamaran melalui email yang terlihat berasal dari rekan terpercaya korban. Namun, belum ada yang memberikan tanggapan atas tuduhan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








