Google Hadirkan Fitur Pembatasan Ponsel Android untuk Anak Selama Jam Sekolah

AKURAT.CO Google meluncurkan fitur 'School Time' pada ponsel dan tablet Android, memungkinkan orang tua mengunci ponsel anak-anak mereka saat berada di kelas.
Fitur ini sebelumnya hanya tersedia di Fitbit Ace LTE dan kini diperluas agar orang tua dapat membatasi akses aplikasi selama jam tertentu. Selain itu, panggilan dan pesan dari kontak yang tidak ditentukan dapat diblokir.
Misalnya, anak-anak tidak dapat bermain game atau mengirim pesan kepada teman saat jam pelajaran berlangsung. Orang tua juga dapat menggunakan aplikasi Family Link di ponsel mereka untuk mengatur fitur School Time ini.
Google juga akan menyediakan opsi bagi orang tua untuk mengaitkan akun YouTube mereka dengan akun anak-anak mereka, sehingga kebiasaan menonton bisa dipantau. Saat ini, orang tua sudah bisa memantau aktivitas anak remaja melalui Family Link.
Dikutip dari Technopedia.com, Minggu (4/8/2024), fitur kontrol orang tua ini akan tersedia pada ponsel dan tablet Android dalam tahun depan. Beberapa model Galaxy Watch juga akan mendukung School Time.
Peluncuran fitur ini bertepatan dengan pertimbangan beberapa negara bagian Amerika dan negara lain untuk melarang penggunaan ponsel selama jam sekolah.
Kekhawatiran utama adalah ponsel dapat mengalihkan perhatian dari pembelajaran dan memicu kecanduan media sosial yang berisiko bagi kesehatan mental anak-anak.
Meskipun fitur School Time tidak dapat menggantikan larangan ponsel sepenuhnya atau disiplin orang tua, ini bisa menjadi alat bantu bagi orang tua yang ingin anak-anak mereka lebih fokus saat di kelas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








