Membangun Masa Depan Digital yang Tangguh Usai Gangguan TI Global

AKURAT.CO Pada 19 Juli 2024, dunia digital kita diguncang oleh gangguan teknologi informasi (TI) global yang signifikan, yang menyebabkan kerusakan luas di berbagai sektor.
Insiden ini memengaruhi bisnis, institusi, dan layanan penting, menyoroti betapa rapuhnya ekosistem digital yang saling terhubung.
Meskipun penyebab gangguan ini bukan serangan siber, kejadian tersebut mengungkapkan bahwa banyak organisasi masih belum siap menghadapi gangguan yang memengaruhi proses bisnis inti mereka.
Baca Juga: Anies Dilirik PDIP: Komponen Penting dalam Kemajuan Perjuangan di Jakarta
Kepala Teknologi APAC Hitachi Vantara, Matthew Hardman, menjelaskan, insiden ini memberikan pelajaran penting mengenai perlindungan data dan ketahanan siber.
“Gangguan semacam ini menunjukkan bahwa ketahanan siber dan perlindungan data harus menjadi prioritas utama bagi setiap organisasi. Dalam dunia yang semakin terhubung, memiliki infrastruktur yang tangguh dan proses yang konsisten sangat penting untuk memastikan pemulihan yang cepat dan kelangsungan bisnis,” ujar Hardman, dikutip Minggu (28/7/2024).
Hardman menekankan pentingnya memiliki infrastruktur yang kuat dengan kekekalan data. Menurutnya, infrastruktur yang tangguh harus memiliki kemampuan untuk menahan kegagalan yang tak terduga dan tetap berfungsi dengan baik.
Baca Juga: Optimis Jakarta jadi Kota Global, Kadin DKI Bakal Manfaatkan Potensi UMKM Lokal
“Membangun ketahanan terhadap gangguan memerlukan infrastruktur yang tidak hanya dapat menangani beban kerja sehari-hari tetapi juga mampu beradaptasi dengan situasi darurat. Ini termasuk memiliki sistem pencadangan yang andal dan solusi pemulihan bencana yang efektif,” kata dia.
Dalam membangun strategi ketahanan data yang komprehensif, Hardman menyarankan agar organisasi bermitra dengan perusahaan infrastruktur cloud hybrid seperti Hitachi Vantara.
“Kemitraan dengan perusahaan seperti Hitachi Vantara dapat membantu organisasi membangun strategi ketahanan data yang lebih kuat. Dengan solusi cloud hybrid, organisasi dapat memastikan data mereka aman dan tersedia kapan saja, di mana saja, bahkan dalam situasi darurat,” tambah Hardman.
Baca Juga: Ingin Rayakan Ulang Tahun Putrinya, Teuku Ryan Tak Dapat Izin dari Ria Ricis
Dia juga menyoroti bahwa gangguan TI dapat mengikis kepercayaan publik terhadap organisasi. Oleh karena itu, pemulihan cepat ke keadaan normal sangat penting.
“Ketika terjadi gangguan, respons yang cepat dan efisien sangat penting untuk memulihkan kepercayaan publik. Organisasi harus memiliki rencana pemulihan yang jelas dan tim yang terlatih untuk menangani situasi darurat,” ujar Hardman.
Namun, Hardman juga menekankan bahwa insiden semacam ini seharusnya tidak hanya dilihat sebagai upaya pemulihan, tetapi juga sebagai katalisator untuk perubahan positif.
“Peristiwa ini adalah panggilan untuk bertindak bagi semua organisasi. Sekaranglah saatnya untuk memastikan sistem Anda siap menghadapi hal yang tidak terduga dan membangun masa depan digital yang lebih tangguh,” kata Hardman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









