Akurat

Confluent Luncurkan Laporan Data Streaming 2024, Pelaku Bisnis Perlu Tahu

Petrus C. Vianney | 27 Juni 2024, 19:43 WIB
Confluent Luncurkan Laporan Data Streaming 2024, Pelaku Bisnis Perlu Tahu

AKURAT.CO Confluent, penyedia streaming data, baru saja meluncurkan Laporan 2024 Data Streaming Report: Breaking Down the Barriers to Business Agility & Innovation. Laporan ini membahas bagaimana perusahaan-perusahaan memanfaatkan data streaming.

Laporan ini didasarkan pada survei terhadap 4.110 pemimpin Teknologi Informasi (TI) dari 12 negara, termasuk 200 pemimpin TI dari Indonesia. Hasilnya menegaskan pentingnya data streaming dalam mengoptimalkan penggunaan data untuk keuntungan bisnis.

Dalam dunia bisnis yang serba cepat, data yang lambat atau tidak akurat dapat menghambat kesuksesan. Data yang up-to-date dan terstruktur dengan baik sangat penting untuk memahami kebutuhan pelanggan, meningkatkan operasional bisnis dan menemukan wawasan yang berguna.

Survei menunjukkan bahwa 86 persen responden global menganggap data streaming sebagai prioritas strategis dalam investasi TI tahun ini. Hal ini lebih jelas terlihat di Indonesia, di mana para pemimpin TI menempatkan AI generatif dan data streaming sebagai prioritas utama dibandingkan negara-negara lain.

"Dalam ekonomi digital yang bergerak cepat saat ini, streaming data sangat penting untuk kesuksesan perusahaan," ujar Rully Moulany selaku Area Vice President Asia Confluent, saat jumpa media di Jakarta Pusat, Kamis (27/6/2024).

Banyak organisasi memiliki data yang terkotak-kotak dalam sistem dan aplikasi yang berbeda, membuatnya sulit untuk menemukan dan memanfaatkan salah satu aset terpenting mereka, yaitu data.

Data streaming berfungsi sebagai sistem saraf pusat bagi bisnis dengan menghubungkan sistem dan aplikasi sehingga data real-time dapat diakses dengan mudah untuk pengambilan keputusan dan meningkatkan proses bisnis serta pengalaman pelanggan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.