Mengenal Ransomware LockBit 3.0 Brain Cipher, Serang Pusat Data Nasional Hingga Minta Tebusan Sebesar 8 Juta Dolar AS

AKURAT.CO Pemerintah telah mengonfirmasi bahwa gangguan pada server Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) disebabkan oleh serangan peretas yang menggunakan ransomware LockBit 3.0 varian baru bernama Brain Chiper.
Serangan ini terungkap setelah tim dari BSSN, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Cybercrime Polri melakukan investigasi menyusul gangguan yang terjadi, pada Kamis (20/6/2024).
"Kami sampaikan bahwa insiden pusat data sementara ini adalah serangan siber dalam bentuk Brain Cipher Ransomware," jelas Kepala BSSN, Hinsa Siburian.
Bahkan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa pelaku serangan ransomware meminta tebusan sebesar 8 juta dolar AS untuk membuka enkripsi pada sistem data PDN yang telah terinfeksi.
Jadi, apa itu Ransomware Brain Cipher yang menyerang Pusat Data Nasional?
Mengenal Ransomware LockBit 3.0 Brain Cipher
Ransomware memiliki berbagai jenis. Salah satu yang menyerang Indonesia pada tahun 2017 adalah WannaCry.
Baru-baru ini, jenis ransomware LockBit dilaporkan telah menyebabkan gangguan pada server PDNS.
Brain Cipher adalah kelompok ransomware baru yang merupakan pengembangan dari Lockbit 3.0.
Kelompok ini baru muncul di feed Threat Intelligence dan belum mengumumkan targetnya.
Baca Juga: Timo Tjahjanto Jadi Sutradara Film 'Nobody 2' yang Dibintangi Bob Odenkirk
Lockbit 3.0 sebelumnya bertanggung jawab atas peretasan Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Mei 2023, yang mengakibatkan gangguan layanan perbankan selama beberapa hari.
Menurut perusahaan keamanan siber Symantec, Brain Cipher Ransomware beroperasi melalui berbagai metode seperti phishing dan intrusi eksternal.
Mereka juga menggunakan Initial Access Brokers (IAB), yakni orang dalam yang dibayar untuk menyediakan akses internal.
Baca Juga: Ingin Jadi Ketua Umum PBSI? Berikut Persyaratan yang Wajib Dipenuhi Bakal Calon
Jika uang tebusan tidak dibayarkan dan kelompok tersebut mengeluarkan pengumuman, itu akan menjadi peretasan pertama yang dilakukan oleh Brain Cipher Group.
Saat ini, taktik, teknik, dan prosedur Brain Cipher masih belum jelas, meskipun mereka kemungkinan memanfaatkan metode yang diketahui untuk akses awal termasuk melalui IAB, phishing, eksploitasi kerentanan dalam aplikasi publik atau menyusupi pengaturan Remote Desktop Protocol (RDP).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T









