Bill Gates Memulai Proyek Pembangkit Listrik Nuklir di Wyoming

AKURAT.CO Pada 10 Juni, Bill Gates dan perusahaannya memulai proyek pembangunan pembangkit listrik nuklir generasi berikutnya di Wyoming. Proyek ini bertujuan untuk merevolusi cara menghasilkan listrik.
Gates, pendiri Microsoft dan ketua TerraPower, memulai proyek tersebut di komunitas kecil Kemmerer. Mereka berencana membangun reaktor nuklir canggih yang menggunakan natrium untuk pendinginan, bukan air, untuk operasi komersial.
Lokasi proyek berdekatan dengan Pembangkit Listrik Naughton milik PacifiCorp, yang akan berhenti menggunakan batu bara dan gas alam. Reaktor nuklir dapat menghasilkan listrik tanpa emisi gas rumah kaca.
Proyek dimulai dengan menyiapkan lokasi untuk pembangunan reaktor. Ini merupakan langkah besar menuju energi bersih dan aman bagi Amerika.
Dikutip dari Apnews.com, Kamis (13/6/2024), Chris Levesque, presiden dan CEO TerraPower, menyatakan perlunya inovasi dalam teknologi nuklir untuk membuat pembangkit listrik lebih sederhana, murah, dan aman.
Proyek TerraPower diperkirakan akan menelan biaya hingga $4 miliar (Rp 64 triliun), dengan setengahnya ditanggung oleh Departemen Energi AS.
Gates mendirikan TerraPower pada tahun 2008 untuk mendorong kemajuan energi nuklir sebagai solusi energi yang bersih dan aman.
Reaktor TerraPower dapat menyediakan listrik untuk ratusan ribu rumah. Selain itu, panas yang dihasilkan dapat digunakan untuk berbagai proses industri, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Langkah Gates ini diharapkan dapat membuka mata masyarakat tentang peran tenaga nuklir dalam mengatasi krisis iklim dan memperluas penggunaan teknologi energi nuklir di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








