Akurat Logo

Khawatir Mata-mata, AS 'Usir' Penambang Kripto Tiongkok Dekat Pangkalan Rudal Nuklir

Petrus C. Vianney | 14 Mei 2024, 20:28 WIB
Khawatir Mata-mata, AS 'Usir' Penambang Kripto Tiongkok Dekat Pangkalan Rudal Nuklir

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, telah menginstruksikan penambang kripto dari Tiongkok untuk menjual properti mereka di sekitar pangkalan rudal nuklir AS karena kekhawatiran akan aktivitas mata-mata.

MineOne Partners, mayoritas dimiliki oleh warga Tiongkok, diberi waktu 120 hari untuk menjual tanah mereka di dekat pangkalan angkatan udara di Wyoming, Amerika Serikat, di mana rudal balistik antarbenua disimpan.

"Kehadiran peralatan khusus yang berasal dari luar negeri yang berpotensi mampu memfasilitasi kegiatan pengawasan dan spionase, menghadirkan risiko keamanan nasional," kata Gedung Putih, dikutip dari Bbc.com, Selasa (14/5/2024).

Pangkalan Angkatan Udara Francis E. Warren di Wyoming adalah tempat di mana rudal balistik nuklir Minuteman III disimpan.

Baca Juga: Konflik Memanas, Rudal Israel Hantam Kota Ghahjaworstan di Iran

MineOne membeli tanah tersebut pada tahun 2022 dan menggunakan area tersebut untuk operasi penambangan kripto tanpa memberitahu Komite Penanaman Modal Asing di AS (CFIUS), badan yang menilai ancaman terhadap keamanan nasional.

Pihak berwenang baru mengetahui pembelian ini setelah menerima laporan dari masyarakat umum.

Presiden Biden mengambil langkah untuk memaksa MineOne menjual tanahnya setelah panel antarlembaga, dipimpin oleh Departemen Keuangan AS, menetapkan bahwa pembelian tersebut memiliki implikasi keamanan nasional.

Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan bahwa keputusan tersebut menunjukkan pentingnya peran CFIUS dalam menjaga keamanan nasional dari investasi asing yang berpotensi merugikan.

Anggota parlemen AS semakin khawatir tentang pembelian properti oleh perusahaan Tiongkok di dekat fasilitas militer sensitif.

Pengumuman ini datang menjelang kenaikan tajam tarif impor Tiongkok, termasuk kendaraan listrik, oleh pemerintahan Biden.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.